Pemprov Sulsel Akan Audit Investasi di GMTD

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID –
PT Gowa-Makassar Tourism Development (GMTD) dinilai tak memberi dampak positif untuk masyarakat.
Sekedar informasi, GMTD adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi dan pengembangan real estate, melaksanakan pembangunan fisik Kota Tanjung Bunga yang memiliki luas potensial tak kurang dari 1.000 hektar.
Para pemilik saham, yaitu Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar dan Yayasan Pembangunan Pembangunan Sulsel, melakukan pertemuan dengan GMTD terkait dampak perusahaan terhadap masyarakat, di Kantor Gubernur Sulsel, pada Selasa, 9 Januari 2024.
Para pemegang saham mempertanyakan terkait dengan hasil dari investasi tersebut. Sebab, sejak berdirinya pada tahun 1995 hingga saat ini, belum memiliki dampak yang nyata untuk masyarakat.
Diketahui jumlah saham Pemprov Sulsel sebesar 13 persen, Pemkab Gowa dengan besar saham 6,5 persen, Pemkot Makassar dengan besar saham 6,5 persen, dan Yayasan Pembangunan Sulsel dengan besar saham 6,5 persen.
Asisten II Pemprov Sulsel, Ichas Mustari menyampaikan pertumbuhan ekonomi di Sulsel salah satunya didukung dengan hasil investasi yang ada di Sulsel.
“Jadi hasil investasi itu harus dirasakan langsung oleh masyarakat, jadi hasil investasi ini yang dimulai sejak 29 tahun lalu belum terlihat memberikan dampak yang signifikan untuk Pemda dan masyarakat,” tukasnya.
Menurut Ichsan, seluruh pemilik saham bersepakat untuk melakukan penataan ulang terhadap investasi di GMTD agar lebih memberi manfaat di Sulsel.
Pada paparannya, pada tahun 2022 deviden yang diberikan senilai Rp58 Juta masih jauh dari harapan sesuai dengan jumlah saham milik Pemprov Sulsel dengan besar saham 13 persen.
Ichsan mengemukakan, bakal dilakukan audit semua dividen untuk Pemprov Sulsel.
“Upaya hukum juga akan ditempuh, hukum pidana dan perdata juga mungkin ada, itu dilakukan untuk memberikan dampak yang baik untuk masyarakat,” beber Ichsan.
Sementara itu Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan investasi yang melibatkan beberapa pihak mesti saling menguntungkan.
Namun Danny sapaan akrab Ramdhan Pomanto melihat, investasi bersama dengan pihak GMTD teridentifikasi ada delusi, tidak transparan dalam pengambilan keputusan, sebab tidak melibatkan para pemilik saham lainnya.
“Jadi ini harus dibahas lebih serius (terkait saham dan penghasilan) bagaimana investasi bisa berjalan lebih baik kedepan, kita berharap kerjasama antara pemilik saham dan GMTD bisa berjalan pada track yang benar, ” ungkapnya
Ketua Yayasan Pembangunan Sulsel, Prof. Hafid Abbas menyampaikan bahwa semestinya investasi itu harus memberikan dampak yang nyata kepada daerah, pemerintah dan masyarakat yang ada di sekitarnya.
Ia menambahkan perhatian terhadap para pemilik saham tentu harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait dengan perjalan investasi.
“Ini tampaknya semua pemilik saham belum terwakili,” imbuhya.



