Pemkot Makassar Bersama Unicef Gaungkan Imunisasi Kejar Dengan PID

MAKASSAR, RAZFM – Tahun ini peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) merupakan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian imunisasi rutin lengkap guna melindungi anak-anak dari penyakit.
PID juga sekaligus meningkatkan cakupan imunisasi nasional, khususnya bagi anak indonesia didorong untuk bisa mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai dengan ketentuannya di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Pemerintah Kota Makassar bersama Unicef memperingati PID dengan memaksimalkan Imunisasi Kejar bagi anak yang belum Imunisasi ataupun anak belum lengkap cakupan Imunisasinya.
Peringatan PID ini mengusung Tema “Ayo lindungi diri, keluarga dan masyarakat dengan imunisasi lengkap”.
Kepala Bidang P2P Dinkes Makassar dr Nani mengatakan Imunisasi kejar ini harapannya bisa mencapai imunisasi dasar lengkap di Kota Makassar pada tahun tahun 2022.
“Kemarin target capaiannya imunisasi kita sudah melebihi dari target 95,7 persen, tapi harapannya kalau bisa di moment PID ini bisa 100 persen,” tukasnya disela-sela kegiatan Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Imunisasi Kejar di Hotel Remcy Makassar, Selasa, 02/05/23.
Sasaran kegiatan PID ini kepada anak yang belum di Imunisasi ataupun anak yang imunisasinya tidak lengkap.
“Jadi kita masih mengejar anak-anak yang memang harusnya jadwalnya imunisasi dan belum di imunisasi. harapannya ada keseriusan dari orang tua untuk membawa anak-anaknya ke Faskes yang ada layanan Imunisasi,” terangnya.
Dirinya menyebutkan agar lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Imunisasi, maka Pemerintah kota Makassar bersama Unicef menggaungkannya dengan PID.
“Biar lebih ada gaunngya ya kita bersama Unicef agar kita bisa laporkan bahwa sudah ada kegiatan yang kita lakukan dikota Makassar,” tukasnya.
Di waktu yang sama Health Specialist Unicef – Field Office Makassar (Sulawesi–Maluku), Badwi M Amin, mengungkapkan PID merupakan kegiatan global yang tergabung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk Indonesia.
“PID ini rangkaiannya adalah Imunisasi Kejar untuk memastikan bahwa semua anak di negara yang lain itu termasuk Indonesia mendapatkan imunisasi yang lengkap,” imbuhnya.
Kegiatan PID ini setiap tahun digelar pada akhir bulan April, namun bertepatan dengan bulan Ramadhan maka waktu pelaksanaannya dipindahkan di bulan Mei 2023
“Biasanya sih kegiatan ini dilakukan akhir April, cuman karena di Indonesia bertepatan dengan ramadhan, kementerian kesehatan menyepakati bahwa kegiatan pekan imunisasi dunia itu digelar pada bulan Mei,” paparnya.
Ini dilakukan kata Badwi demi memenuhi hak setiap anak untuk hidup sehat.
“Unicef selalu melihat bahwa sebagai mitra pemerintah memastikan bahwa setiap anak itu mendapatkan haknya untuk hidup sehat,” tukasnya.
Di pilihnya kota Makassar sebagai tempat pelaksanaan peringatan PID karena populasinya yang besar serta masalah sosial yang kompleks.
“Kota Makassar ini menjadi fokus Cutch Up ini berdasarkan dari Provinsi. Kenapa jadi Barometer karena yang pertama dari segi populasinya yang besar, kedua Makassar memiliki masalah yang kompleks, itu dari segi sosial, salah satunya banyak masyarakat yang tinggal di daerah yang kumuh,” jelasnya.
Siti Hidayah selaku Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Sulsel mengutarakan kegiatan seperti PID bisa dilakukan kabupaten/kota lainnya namun dikemas dengan kegiatan yang berbeda.
“Terkait PID kami sudah membuat surat edaran disemua kabupaten kota untuk melakukan hal yang sama,” paparnya.
Siti Hidayah mengapresiasi upaya Pemkot Makassar dan Unicef dalam memaksimalkan program Imunisasi kejar melalui kegiatan PID ini.
“Jadi kita bersyukur bahwa Unicef melalui YGC mensupport kita melakukan peringatan rangkaian PID dengan salah satunya adalah kita membuat kegiatan imunisasi kejar secara serentak di Kota Makassar,” tukasnya.
Di ketahui Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).
Untuk imunisasi lanjutan, bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan (Td).



