Pekan Raya Sulsel, Sambut Hari Jadi Sulsel

MAKASSAR, RAZFM – Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini memasuki usia ke-354 tahun. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan menggelar Pekan Raya Sulsel (PKS) untuk memperingati hari jadi tersebut.
Ketua Panitia HUT Sulsel, Ahmadi Akil menyebut, ada banyak rangkaian acara untuk memperingati hari jadi Sulsel ke-354 tahun ini.
Semua agenda yang dipersiapkan merupakan program di masa jabatan gubernur dengan tema HUT Sulsel Andalan Indonesia.
Di dalam pasar raya nantinya, diisi banyak rangkaian acara seperti festival kuliner, lomba tradisional, business matching, lomba memasak dan masih banyak kemeriahan lainnya. Hal ini dilakukan agar hari jadi ini tidak hanya dirasakan pemerintah kota.
Namun juga dirasakan di daerah. Oleh sebab itu, semua kegiatan tersebut nantinya akan melibatkan 24 kabupaten/kota.
“Akan ada pasar rakyat, juga pekan raya Sulsel. Kita berharap bahwa semua unsur masyarakat terlibat di dalamnya. Minimal mengambil bagian dari lomba-lomba yang diperlombakan di pekan raya Sulsel,” tuturnya, saat memberi keterangan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (24/7/23).
Untuk memaksimalkan acara, pihaknya telah membagi kegiatan dengan beberapa bidang sesuai dengan program kerja Gubernur Sulsel. Salah satunya yakni di bidang ekonomi, dalam hal ini pertumbuhan ekonomi Sulsel dan pengendalian inflasi.
“Kita berharap memang tahun ini agak berbeda dengan pekan raya tahun sebelumnya. Ini waktunya lebih panjang, tahun lalu hanya 3 hari, tahun ini kita laksanakan selama 1 minggu (satu pekan),” jelas Kadis Perdagangan Sulsel itu.
Adapun lokasi pasar raya nantinya akan digelar di CPI secara outdoor. Menurutnya, CPI memiliki filosofi khusus untuk pemerintah Sulsel. Ia pun ingin mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa CPI merupakan bagian dari Pemprov Sulsel.
Selain bidang ekonomi, pihaknya juga telah mempersiapkan program anti mager sebagai sarana olahraga dalam rangkaian HUT Sulsel. Ia menargetkan 30 ribu peserta dalam program ini. Juga, membangkitkan kembali olahraga tradisional.
“Pekan raya ini juga mengandung filosofi budaya. Kita harapkan ada pagelaran budaya sifatnya tarian tradisional dan musik tradisional dari 24 kabupaten/kota yang akan ditampilkan selama 1 minggu,” bebernya.
Secara keseluruhan, Ahmadi menyebut bahwa perayaan Hut Sulsel kali ini 90 persen di danai oleh pihak ketiga. Dan 10 persennya menggunakan APBD. Pihaknya pun tidak menargetkan pendapatan untuk pekan raya ini, sebab kegiatan ini digelar benar-benar untuk meningkatkan keuntungan UMKM.
“Dana untuk pekan raya hampir tidak ada dari APBD. Kita gunakan pihak ketiga atau EO. Mungkin kurang dari 10 persen dari APBD,” tegasnya.



