Pangdam XIV Hasanuddin Tinjau Aksi Unjuk Rasa di Fly Over Makasssar
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Ribuan massa kembali menggelar aksi unjuk rasa di bawah Fly Over Makassar, Jalan A.P. Pettarani, Senin (1/9/2025).
Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Windiyatno turun langsung meninjau jalannya aksi dengan berkeliling ke sejumlah titik lokasi demonstrasi.
“Kita di sini dalam rangka, melihat situasi dan kondisi sesuai komitmen kita kemarin Alhamdulillah hari ini Senin tanggal 1 Septmber demo berjalan dengan baik, dan aman juga lancar. Kemudian kita menggunakan motor, keliling di 8 titik. Alhamdulillah semuanya tertib lah, tidak seperti kemarin, semuanya bisa mengendalikan diri dengan baik,” ujarnya.
Mayjen Windiyatno juga menyampaikan imbauan khusus kepada para demonstran agar mentaati aturan yang berlaku.
“Kami berharap sesuai undang-undang, dalam menyampaikan pendapat di muka umum itu kalau tidak salah sampai pukul 18.00, setelah itu mereka bisa kembali,” jelasnya.
Terkait potensi penyusup dalam aksi, Pangdam menegaskan kondisi di lapangan berjalan kondusif. “Alhamdulillah kelihatan semuanya murni dan menjaga kelompok mereka supaya tidak tersusupi, karena mereka juga punya harga diri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengamanan juga dilakukan bersama pihak kepolisian yang kini tengah menangani kasus jatuhnya korban jiwa pada aksi sebelumnya.
“Nah, polisi juga ikut mengamankan dan sedang melaksanakan penyidikan yang berkaitan dengan jatuhnya korban.
Mayjen Windiyatno menjelaskan, TNI menurunkan sekitar 5.000 personel di seluruh wilayah Sulawesi, sementara khusus di Makassar terdapat sekitar 1.000 personel yang diterjunkan untuk pengamanan aksi.
“Alhamdulillah berjalan dengan baik dan mahasiswa saya salut sama para adik-adik kita yang memegang komitmen dengan baik dan saya ucapkan banyak terima kasih atas nama aparat keamanan baik TNI maupun Polri. Saya harap berjalan dengan damai sesuai dengan komitmen yang kita sepakati,” pungkasnya.
Mengenai tragedi pada 29 Agustus lalu yang menelan empat korban jiwa, Pangdam mengakui adanya kelengahan pengamanan.



