OJK dan BI Siapkan Talenta Unggul untuk Masa Depan Keuangan Digital Indonesia
Jakarta, Radioalmarkaz.co.id- Transformasi digital di sektor jasa keuangan terus dipacu. Otoritas Jasa Keuangan bersama Bank Indonesia resmi menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai wadah kolaborasi untuk mendorong inovasi sekaligus menyiapkan talenta digital unggul di industri keuangan nasional.
Peluncuran inisiatif tersebut dirangkaikan dengan penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar secara hybrid di Kantor Bank Indonesia, Senin, 23 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, serta Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, bersama jajaran pimpinan kedua lembaga.
Dalam sambutannya, Friderica menegaskan bahwa digitalisasi telah memperluas akses dan mendorong inovasi di sektor keuangan. Namun, ia mengingatkan bahwa percepatan transformasi digital harus tetap diimbangi dengan penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.
Menurutnya, regulator telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memitigasi risiko digital, termasuk pembentukan Indonesia Anti-Scam Center sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan masyarakat di era layanan keuangan berbasis teknologi.
Wadah Kolaborasi dan Eksperimen Inovasi
PIDI dihadirkan sebagai ekosistem inovasi yang memastikan setiap pengembangan teknologi di sektor jasa keuangan berjalan secara bertanggung jawab. Program DIGDAYA menjadi tahap penguatan kapasitas melalui mentoring, pembekalan, serta koneksi dengan industri agar solusi yang dihasilkan siap diterapkan dan kompetitif.
Sementara itu, Hackathon 2026 berfungsi sebagai ruang eksperimen terbuka bagi talenta digital untuk merancang solusi atas tantangan nasional melalui pendekatan teknologi yang kolaboratif dan terstruktur.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Sebanyak 1.300 peserta dari kalangan mahasiswa, pesantren, komunitas digital, hingga pelaku usaha jasa keuangan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Sejumlah pimpinan asosiasi industri keuangan dan lembaga pendidikan perbankan juga hadir mendukung kolaborasi lintas sektor.
Penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 sekaligus membuka pendaftaran kompetisi Hackathon yang terbagi dalam kategori profesional dan mahasiswa. Pendaftaran berlangsung mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.
Melalui PIDI, OJK dan BI berharap inovasi yang lahir tidak hanya kreatif, tetapi juga aplikatif, teruji pasar, dan memberi dampak nyata bagi sistem keuangan digital Indonesia. (*)



