May Day 2026 Koalisi Gerakan Rakyat Siapkan Fun Walk hingga Panggung Rakyat
Makassar, Radioalmarkaz.co.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar akan digelar dengan konsep berbeda.
Koalisi Gerakan Rakyat menyiapkan rangkaian kegiatan yang lebih inklusif dan bernuansa kebersamaan, mulai dari jalan santai hingga panggung hiburan rakyat di Lapangan Karebosi Jumat (01/5)
Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, saat ditemui redaksi radio almarkaz di lapangan karebosi Kamis(30/04), menyampaikan bahwa peringatan May Day tahun ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, tidak hanya buruh, tetapi juga petani, pedagang kaki lima, pedagang pasar tradisional, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat miskin kota.
“Koalisi ini terdiri dari berbagai elemen, mulai dari buruh, petani, pedagang, hingga mahasiswa. Kami ingin May Day dirayakan secara berbeda, lebih terbuka dan merangkul semua pihak,” ujarnya.
Empat Agenda Utama May Day
Rangkaian kegiatan May Day akan dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan fun walk atau jalan santai pada pukul 06.00 WITA.
Kegiatan ini menjadi pembuka untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam peringatan Hari Buruh secara santai dan kebersamaan.
Selanjutnya, pada pukul 08.00 hingga 08.30 WITA, akan digelar rapat akbar atau gathering buruh. Dalam forum ini, berbagai pemangku kepentingan diundang untuk menyampaikan pandangan dan sikap terkait isu-isu ketenagakerjaan.
Agenda berikutnya adalah bazar UMKM yang diperuntukkan khusus bagi pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil agar dapat berjualan selama kegiatan berlangsung.
Puncak acara akan digelar pada siang hari melalui “Panggung Rakyat”, yang menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari masyarakat.
Target 10 Ribu Peserta dan Puluhan Organisasi Terlibat
Koalisi Gerakan Rakyat memperkirakan sekitar 10.000 massa akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah organisasi besar telah menyatakan dukungannya, termasuk empat konfederasi buruh yakni KPBI, SGBN, KSBSI, dan KSPI.
Selain itu, terdapat pula puluhan organisasi lainnya yang turut ambil bagian, mulai dari Serikat Petani Indonesia, organisasi mahasiswa, hingga komunitas pedagang.
Akhmad Rinato menyampaikan secara keseluruhan, sekitar 43 organisasi diperkirakan akan terlibat dalam peringatan May Day tahun ini.
Angkat Isu Strategis Ketenagakerjaan
Dalam peringatan ini, sejumlah isu strategis akan menjadi sorotan utama. Di antaranya dorongan pengesahan undang-undang ketenagakerjaan, penolakan upah murah dan sistem outsourcing, hingga tuntutan reforma agraria.
Selain itu, isu pemutusan hubungan kerja (PHK), industrialisasi nasional, serta peran pemerintah dalam menjaga stabilitas global juga menjadi perhatian.
“Kami ingin mendorong adanya kebijakan yang lebih berpihak kepada buruh, termasuk penegakan hukum ketenagakerjaan yang selama ini masih lemah,” tegas Akhmad.
Dorong Kolaborasi dan May Day yang Lebih Kondusif
Koalisi Gerakan Rakyat juga mengundang sejumlah kepala daerah dan pemangku kebijakan untuk hadir dan menyampaikan pandangannya dalam forum tersebut.
Menurut Akhmad, konsep ini diharapkan dapat menciptakan ruang dialog antara buruh, pemerintah, dan pengusaha, sekaligus mengurangi potensi aksi yang bersifat sporadis.
“Kami ingin May Day ini menjadi ruang bersama, lebih elegan, dan bisa menjadi contoh ke depan bahwa peringatan Hari Buruh bisa dilakukan secara damai dan kolaboratif,” pungkasnya.
Dengan konsep yang lebih inklusif dan beragam kegiatan, peringatan May Day 2026 di Makassar diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga memperkuat solidaritas antar elemen masyarakat, tutupnya.



