Banner

Makassar Dorong Pariwisata Berbasis Teknologi dan Kreativitas

 Makassar Dorong Pariwisata Berbasis Teknologi dan Kreativitas
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz. co.id– Dinas Pariwisata Kota Makassar mengandalkan pengembangan ekonomi kreatif dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Strategi tersebut dipaparkan kepada rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Kediri dalam kunjungan studi banding di Ruang Rapat Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Senin (21/9/2026).

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini, diterima jajaran Dispar Makassar untuk bertukar informasi mengenai program dan strategi pengembangan potensi pariwisata daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Makassar, Benyamin Budianto Turupadang, memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai salah satu wadah pengembangan kreativitas dan ekonomi kreatif.

Keberadaan MCH diharapkan membuka ruang bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan karya dan produk yang dapat mendukung daya tarik pariwisata. Dengan demikian, pengembangan wisata tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi juga pada kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dispar Makassar juga memaparkan pemanfaatan Super App Lontara+ untuk memudahkan wisatawan mengakses informasi dan layanan pariwisata. Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan wisatawan yang semakin mengandalkan akses informasi secara cepat dan praktis.

Sekretaris Dispar Makassar menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata perlu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pariwisata bukan hanya tentang kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana seluruh ekosistemnya dapat bergerak dan memberikan dampak ekonomi,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini, mengapresiasi pemaparan tersebut. Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari potensi pariwisata Makassar, termasuk strategi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan dan mengoptimalkan anggaran.

Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antardaerah dalam mengembangkan pariwisata melalui inovasi pelayanan, penguatan ekonomi kreatif, dan program yang berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *