Lemina Suarakan Pemenuhan Hak Anak, Lewat Festival Anak Makassar

MAKASSAR, RAZFM – Menyambut Hari Anak Nasional, Lembaga Mitra Ibu dan Anak (Lemina) menggelar kegiatan Festival Anak Makassar.
Kegiatan ini mengusung tema ‘Lestari Dalam Ragam Budaya’ yang gelarannya bertempat di Benteng Rotterdam, Makassar, Sabtu (22/07/23).
Ketua Yayasan Lemina Suhartini mengatakan kegiatan festival anak ini merupakan kegiatan dua tahunan yang dilakukan oleh yayasan Lemina dimulai dari 2017.
“Festival anak ini dimulai sejak 2017, cuman pada saat itu kita terkendala dengan covid jadi kita lakukan dengan online. Hal ini salah satu komitmen Lemina dalam bagaimana kita bisa meningkatkan peran serta orang tua dan anak khususnya dalam peningkatan hak hak anak,” ungkapnya.
Ia mengatakan ada 10 hak anak yang disampaikan ke orangtua pada kegiatan ini.
“Ada 10 hak anak yang secara keseluruhan harus dipahami oleh orang tua terkhusus pada saat memboarding anak-anak dirumah, dan bagaimana hak anak itu bisa terlindungi disekolah,” kata Suhartini.
Sepuluh hak anak itu ialah, Hak Mendapatkan Identitas, Hak untuk Mendapatkan Pendidikan, Hak untuk Bermain, Hak untuk Mendapatkan Perlindungan, Hak untuk Rekreasi,.
Kemudian Hak untuk Mendapatkan Makanan, Hak untuk Mendapatkan Jaminan Kesehatan, Hak untuk Mendapatkan Status Kebangsaan, Hak untuk Turut Berperan dalam Pembangunan, dan Hak untuk Mendapatkan Kesamaan.
Suhartini menuturkan event Festival Anak Makassar ini wajib digelar karena tugas Lemina ialah melakukan pendampingan kepada hak-hak anak agar bisa terus berjalan.
“Mandat Lemina adalah salah satu NGO yang memandatori pendampingan atau mentoring kepada hak-hak anak, pendidikan kepada anak dan juga kesehatan. Jadi itu adalah salah satu goalsnya kami bagaimana ini bisa sukses terus dilakukan,” ujarnya.
“Semua hak anak itu tentunya akan ditemukan dirumah dan lingkungan disekolah,” bebernya.
Lebih lanjut, kata Suhartini ada juga beberapa booth edukasi pada anak yang disediakan do Festival anak.
“Jadi beberapa booth ini lebih ke bagaimana edukasi ke anak, ada edukasi manajemen kesehatan, kemdian ada pojok literasi bagaimana anak anak itu bisa membaca dengan baik memahami kata-kata yang baik,” tuturnya.
Hadirnya kegiatan ini juga mengajak anak untuk menyampaikan kebutuhan secara mandiri melalui metode bermain.
“Mereka mengungkapkan apa yang sebenarnya mereka butuhkan, melalui dengan cara yang fun jadi tidak melulu kita (Orangtua) bertanya untuk mengenali kebutuhan mereka tapi bagaimana anak mengutarakan sendiri dengan cara-cara yang fun, dengan bermain, menggali potensi yang mereka miliki,” pungkasnya.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kota Makassar, Irma Awalia
mengungkapkan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional ini untuk mengigatkan bahwa masih banyaknya hak anak secara keseluruhan yang belum dirasakan oleh sebagian anak.
“Banyak permasalahan di Indonesia di Kota Makassar masih terjadinya kekerasan terhadap anak, masih tingginya pekerja anak, masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak dan juga masih tingginya angka perkawinan anak,” imbuhnya.
“Peringatan hari ini bisa jadi peringatan untuk kita melakukan upaya, untuk menekan angka-angka yang saya sebutkan,” sambungnya
Irma menerangkan DP3A telah mengawal kekerasan terhadap anak dengan menyediakan Shelter warga sebagai layanan aduan.
“Punya program dan kegiatan termasuk sosialisasi terkait kekerasan tergadap anak dan kami punya di lorong atau kelurahan namanya shelter warga,” sebutnya.
“Di dalamnya ada unit forum anak, punya tugas sebagai pelapor dan fasilitator. Dia nempelopori kegiatan untuk anak-anak. Kemudian pelapor ketika ada hak anak yang tidak terpenuhi,” sebutnya.
Dirinya mengemukakan sebagai orang tua dan pemerintah harus selalu memberikan segala upaya bagaimana pemenuhan hak anak.
“Hak bermain, hak pendidikan, hak perlindungan, dan hak mendapatkan nama, rekreasi, Kesamaan, tidak ada diskriminasi termasuk partisipasi anak kita dalam pembangunan,” tukasnya. (Shaibul Firdaus)



