KPAP Propinsi Sulsel, Melibatkan Lintas Sektor, Dalam Mempercepat Penurunan Kasus HIV -AIDS

KPAP Propinsi Sulsel, Melibatkan Lintas Sektor, Dalam Mempercepat Penurunan Kasus HIV -AIDS
Makassar – Permasalahan HIV-AIDS, ini perlu ditanggulangi secara terencana, sistematis dan terprogram. Dan diperlukan upaya yang terpadu dan komprehensif serta menyeimbangkan soft power approach, hard power approach, dan smart power approach, serta cooperation.
Untuk itu dalam mengoptimalkan upaya penanggulangan HIV-AIDS dan Narkotika, diperlukan keterlibatan berbagai sektor baik pemerintah maupun non-pemerintah. Selain kebijakan yang dihasilkan.
Komisi Penanggulangan HIV-AIDS (KPAP) Propinsi Sulawesi Selatan melalui Pokja bidang Harm Reduction mengoptimalkan upaya dengan menyelenggaran pertemuan Koordinasi lintas sektor, Jumat, (26/08/2022), di Hotel Jolin Makassar.
Sekretaris KPAP Propinsi Sulawesi Selatan
Muharram Sahude, mengatakan kegiatan koordinasi lintas sektor melibatkan tujuannya semata-mata bagaimana memberikan pemahaman dan satu konsep untuk mempercepat penurunan HIV-AIDS, juga pengurangan dampak buruk dari narkoba
Muharram menyampaikan “kita mengundang beberapa leading sektor, seperti, BNP, legislatif, yudikatif, ada forum pemerhati, ada NGO ada LSM semuanya kita undang tujuannya semata-mata bagaimana memberikan pemahaman dan membangun kolaborasi untuk mempercepat penurunan HIV-AIDS pengurangan dampak buruk dari narkoba.
Melihat tren perkembangan HIV AIDS di Sulsel mulai 2005-2021 sebanyak 20.103 orang. lima tahun jumlahnya sudah 9.468 orang khusus HIV Aids kemudian kita melihat tahun 2021 sebanyak 1.881 orang, HIV 1.450, Aids 391 orang di Sulsel, “ungkap Muharram.
Sampai sejauh ini belum ada satu pun kabupaten yang bebas dari HIV, sementara AIDS terdapat di 16 kabupaten. Bagi Komisi Penanggulangan HIV-AIDS KPAP Propinsi Sulsel, sebuah tantangan yang saat ini dihadapi bagaimana bisa menurunkan angka orang tidak tertular, dan bagaimana yang lain tidak menularkan, belum lagi kasus HIV-AIDS, yang tertinggi Angkanya adalah LSL (lelaki sesama lelaki) atau LGBT.
Muharram berharap, para Bupati bisa membentuk KPAP di Kabupaten Masing-Masing, agar gerakan masif untuk mengedukasi kelapangan, memantu dan bersinergi tidak berjalan sendiri-sendiri.
Rasma, salah satu Narasumber dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulsel menyampaikan situasi HIV di Sulawesi Selatan sekarang, dan terkait bagaimana dengan pelaksanaan Harm Reduction. Pertemuan lintas sektor ini memperlihatkan bahwa situasi kita di HIV sudah sampai seperti ini, misalnya berapa kasus, berapa dari segi umur, jenis kelamin, kemudian faktor resiko.
Selain itu rasma menuturkan ” kita selalu begini loh kita sudah bekerja seperti ini, dan kami hanya bekerja di hilirnya bagaimana orang yang ternyata positif harus di obati segera dan sebagainya.
Karena itulah kita lempar ke OPD lain siapa yang mengambil peran di bagian pendidikan, siapa peran di media kemudian yang sifatnya hukum, dan sebagainya. Sebenarnya ini sangat bagus sekali karena kita juga tidak bisa melaksanakan pengendalian HIV ini sendiri jadi memang butuh peran dari seluruh OPD terkait, “ujar Rasma.
Dilihat dari data seperti apa kondisi HIV di Sulsel?
Kalau dibandingkan dari provinsi lain Sulsel masih termasuk besar, data dari nasional Sulsel masih berada di lingkaran sepuluh Provinsi terbesar kasus setiap tahunnya. Apakah ini masih fenomena gunung es dan juga kemudian SDM, sementara fasilitas kesehatan di 24 kabupaten itu sudah mampu semua untuk melakukan tes HIV.
Yang diperlukan sebenarnya sekarang ini mempersiapkan SDM Faskesnya (sarana dan prasarananya), dan mengajak masyarakat tetap berperilaku tetap sehat, bagaimana tidak Gonta-ganti pasangan) termasuk tidak ganti-ganti jarum itulah peran-peran media, peran dari pendidikan menyampaikan bahwa hindari narkoba, ini bentuk edukasi inilah tidak mungkin kesehatan yang mengerjakan sendiri, melalui pertemuan iji menjadi harapan untuk semua lintas sektor berperan aktif, “tegas Rasma.
Jumlah data
Tahun 2021 data kasus HIV sampai di angka 1.490 Se Sulsel



