Ketua Banggar DPRD Sulsel Bantah APBD Sulsel Defisit 1,5 Triliun

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Irwan Hamid dengan tegas membantah pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo soal APBD-Perubahan Pemprov Sulsel yang defisit Rp1,5 triliun.
Dito sapaan akrab Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengatakan usai menghadiri pelantikan Wabup Lutim Akbar Leluasa, di Kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.
Dito sempat menyinggung pembangunan Stadion Mattoanging yang tak kunjung direalisasikan.
Dito mengaku, telah berkomunikasi dengan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin soal pembangunan Stadion Mattoanging. Namun, jika pembangunan tersebut mengandalkan APBD, dilihat sulit terealisasi.
Dari hasil pembicaraan Dito dengan Pj Gubernur Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 5 Oktober 2023 APBD-Perubahan Pemprov Sulsel mengalami defisit.
“Iya tadi saya nanya, Gubernur bercerita bahwa di Sulsel defisit Rp1,5 Triliun. Ini kita cari solusinya, kita bersama berjuang agar Sulsel punya stadion membanggakan Indonesia Timur,” tukas Dito saat ditanya kelanjutan pembangunan Stadion Mattoanging.
Pernyataan itu dibantah Irwan Hamid bahwa Pemprov Sulsel tidak defisit hingga 1,5 triliun.
“Tidak benar itu kalau APBD defisit Rp1,5 triliun. Memangnya Menpora yang bahas itu APBD? Tidak seperti itu,” terangnya kepada Herald Sulsel saat dihubungi, Jumat 6 Oktober 2023.
Irwan melanjutkan, kemungkinan Pj Gubernur Sulsel bercerita dengan Menpora Dito dengan nada candaan.
“Karena mungkin mau supaya Menpora bantu, bagus juga. Tapi sebenarnya tidak seperti itu (defisit) kondisinya,” ungkapnya.
Legislator PKB itu melanjutkan, defisit suatu APBD itu bisa diketahui pada akhir tahun. Di mana pada perjalanannya pendapatan dan belanja tidak seimbang.
“Tapi kita tidak tahu kalau dalam perjalanannya nanti realiasi pendapatan tidak sesuai dengan apa yang diproyeksikan, itu bisa saja menimbulkan utang belanja atau defisit,” jelas Irwan.
Anggota Komisi C DPRD Sulsel itu juga menyampaikan, kalaupun memang benar ada defisit, maka Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel perlu menjelaskan Kenapa dan ada apa?
“Kalau tidak sesuai dengan target maka Bapenda harus menjelaskan, kenapa tidak sesuai target, apa kendalanya? Dan sebagainya. Jadi tidak benar itu ada defisit Rp1,5 triliun. Tidak benar,” tutup Irwan.
Sementara itu, Kepala Bapenda Sulsel, Reza Faisal Saleh membeberkan, dari penyesuaian dalam APBD-P 2023, Pendapat Asli Daerah (PAD) berkurang. Dari rincian PAD Rp5,801 triliun menjadi Rp5,756 triliun.
“Iye, kalau untuk komponen PAD di APBD Perubahan ada penyesuaian 0,77 persen (sekitar Rp44,4 m),” terang Reza saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Sebelum rasionalisasi sendiri pendapatan daerah kata ia naik Rp2,5 m, dari Rp10,133 t menjadi Rp10,135 t. “Pendapatan transfer naik dari Rp4,322 triliun menjadi Rp4,367 triliun. Dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dari Rp9,5 miliar menjadi Rp11,6 miliar,” kuncinya.



