Banner

Kadin: Forum IGS Jadi Gerbang Produk Lokal ke Pasar Global

 Kadin: Forum IGS Jadi Gerbang Produk Lokal ke Pasar Global
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Makassar mendapat kesempatan memperluas pasar internasional melalui Forum Business to Business (B2B) yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026), mempertemukan pelaku usaha lokal dengan delegasi diplomatik dan pebisnis dari berbagai negara.

Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi.

Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Makassar, Mutia Haidir, menilai forum tersebut memberikan manfaat besar bagi pengusaha lokal karena membuka akses komunikasi langsung dengan calon mitra bisnis dari luar negeri.

Menurutnya, kehadiran delegasi internasional menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan potensi ekonomi Makassar yang selama ini belum banyak diketahui pasar global.

“Forum seperti ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun relasi dan memperkenalkan produk yang dimiliki kepada negara lain,” kata Mutia.

Dalam sesi B2B tersebut, tercatat 13 negara ikut ambil bagian, yakni Filipina, Belanda, Meksiko, Venezuela, Ukraina, Ethiopia, Tunisia, Kuba, Laos, Fiji, Kamboja, Nigeria, dan Kosta Rika.

Mutia mengatakan banyak delegasi yang datang membawa informasi mengenai kebutuhan komoditas dan bahan baku dari negara masing-masing. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

Ia menyebut Indonesia memiliki beragam komoditas unggulan yang berpotensi memenuhi kebutuhan pasar internasional, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga industri pangan olahan.

“Tadi banyak delegasi yang menyampaikan kebutuhan bahan baku di negara mereka. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk menawarkan produk yang kita miliki,” ujarnya.

Selain menjadi sarana promosi produk, forum tersebut juga dinilai mampu mengubah cara pandang pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

Mutia menilai selama ini sebagian pelaku usaha masih berfokus pada pasar lokal dan nasional. Melalui pertemuan dengan delegasi asing, mereka mulai memahami bahwa peluang untuk menembus pasar luar negeri terbuka lebar.

“UMKM jadi melihat bahwa pasar mereka tidak hanya di dalam negeri. Ada kesempatan untuk berkembang ke tingkat internasional,” tuturnya.

Sebagai pelaku usaha di sektor kuliner, Mutia turut memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan perkembangan industri makanan dan minuman di Makassar.

Ia menjelaskan bisnis kuliner, khususnya makanan khas Timur Tengah, mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di Kota Makassar. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa sektor gastronomi daerah memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menarik perhatian investor.

“Perkembangan kuliner di Makassar sangat baik. Ini menjadi bagian dari potensi yang dapat diperkenalkan melalui forum gastrodiplomasi seperti IGS,” katanya.

Mutia berharap hubungan yang terjalin dalam Forum B2B IGS 2026 tidak berhenti pada pertemuan semata, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang berdampak pada peningkatan ekspor dan investasi di Kota Makassar.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terlibat langsung dalam forum internasional tersebut.

Menurutnya, kesempatan berdialog dan bertemu langsung dengan delegasi asing menjadi pengalaman penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan bisnis.

“Biasanya forum seperti ini hanya diikuti pengurus organisasi atau pimpinan lembaga. Kali ini UMKM diberi kesempatan hadir langsung, sehingga mereka bisa belajar dan membangun koneksi dengan calon mitra dari luar negeri,” pungkasnya. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *