Banner

Jalan Santai Anti Mager, Gaungkan ASO di Makassar

 Jalan Santai Anti Mager, Gaungkan ASO di Makassar
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Masyarakat antusias berpartisipasi dipelaksanaan Jalan anti mager yang selenggarakan oleh pemprov sulsel melalui Diskominfo-SP Sulsel bekerja sama dengan KPI pusat mengangkat tema “Menyambut Transformasi Penyiaran Digital”.

Dengan Strat-Finish di Jalan Sudirman (depan Rumah Jabatan Gubernur Sulsel), Minggu (21/5/2023).

Jalan Anti Mager itu di hadiri langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua KPI Pusat Ubaidillah, jajaran Forkopimda dan Ketua Komisi I DPR RI Mutia Hafid serta masyarakat makassar bahkan dari luar kota makassar.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan jalan santai itu sebagai salah satu bentuk pola sehat dengan jargon “Pastikan langkah ta’ 10.000 setiap hari”.

“Jadi Alhamdulillah kita melaksanakan jalan santai anti mager ini untuk memastikan langkah harian kita cukup,” kata Andi Sudirman.

Andi Sudirman menambahkan Jalan Santai Anti Mager ini digaungkan dengan Analog Switch Off (ASO) atau transformasi penyiaran digital yang diterapkan ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

“Kita di Sulsel sendiri sudah menggalakkan di daerah-daerah, dan kita termasuk akses digitalisasi terkuat di Indonesia, Sulsel itu pertama diseluruh 24 kabupaten kota yang menggalakkan sistem digitalisasi bekerjasama dengan BI kita dapat penghargaan kemarin,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan jalan santai Anti Mager itu juga, para peserta mendapatkan doorprice dari Gubernur Sulsel salah satunya Set Top Box (STB), TV Digital, hingga sepeda listrik.

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah mengungkapkan beberapa Provinsi sudah sudah menerapkan ASO dan beraharap semua daerah sudah bisa.

“Kemarin kan terkahir sebenarnya tinggal kota Makassar dan Medan dan kita masih menunggu dan ada beberapa daerah diluar kota besar masih proses dan harapan kami semua ketika 12 kota besar ini berjalan maka kota lain juga akan mengikuti,” terang Ubaidillah.

Namun dirinya juga mendorong pemerintah agar masyarakat bisa mendapatkan STB.

“Kami tentu meminta pemerintah agar segera apa yang menjadi kebutuhan dimasing-masing daerah,” paparnya.

“Intinya bahwa masyarakat ketika kampanye sosialisasi digital kita gaungkan ke seluruh negeri maka kebutuhan masyarakat terutama setobox perlu juga di sebar terlebih ke masyarakat miskin,” tambah Ubaidillah.

Sebagian masyarakat sudah diberikan STB tapi belum memenuhi seluruh kebutuhan.

“Makanya kita dorong pemerintah untuk bisa memenuhi. kita berharap digital ini disambut masyarakat, pemerintah jadi semua sinergi kompak menyambut digital dari hulu Sampai hilir,” imbuh Ubaidillah. (SB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *