IGS 2026, Kemlu Siapkan Tindak Lanjut Investasi dan Diplomasi Pasca-Acara
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026, sebuah forum yang memadukan diplomasi kuliner, promosi investasi, dan penguatan kerja sama internasional.
Kegiatan yang berlangsung pada 23-24 Juni 2026 ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi promosi potensi daerah kepada dunia internasional.
Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati, menegaskan bahwa keberhasilan IGS tidak hanya diukur dari jumlah delegasi yang hadir, melainkan dari tindak lanjut yang lahir setelah kegiatan berakhir.
“Ini adalah sebuah proses. Ini baru awal, bukan akhir. Setelah para duta besar hadir dan melihat langsung potensi Makassar, tugas kita berikutnya adalah menindaklanjuti minat yang muncul dari pertemuan tersebut,” ujar Ani dalam konferensi pers di Ruang Lontara Hotel Rinra Makassar, Senin (22/6).
Menurutnya, Kementerian Luar Negeri akan memfasilitasi forum lanjutan setelah para delegasi kembali ke Jakarta. Melalui forum tersebut, Kemlu akan memetakan minat para duta besar terhadap berbagai peluang kerja sama yang ditawarkan selama kegiatan berlangsung.
Kemlu juga akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai negara untuk menindaklanjuti peluang investasi maupun perdagangan yang muncul dari forum tersebut.
“KBRI merupakan perpanjangan tangan Indonesia di luar negeri. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perwakilan RI di luar negeri menjadi bagian dari Indonesia Incorporated yang harus berjalan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Asisten III Bidang Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, mengatakan penunjukan Makassar sebagai tuan rumah menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada negara-negara sahabat.
“Ini adalah pintu yang sudah dibukakan oleh Kementerian Luar Negeri kepada Kota Makassar. Tentu kami akan memaksimalkan kesempatan ini untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Makassar,” ujarnya.
Firman menjelaskan, Pemkot Makassar telah melakukan berbagai persiapan sejak ditunjuk sebagai tuan rumah, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Selain menghadirkan rangkaian gastrodiplomasi melalui Welcoming Dinner dan promosi kuliner khas daerah, IGS 2026 juga akan diisi forum investasi, business matching, serta pameran UMKM yang telah melalui proses kurasi.
Sebanyak 20 booth UMKM akan ditampilkan dalam forum bisnis, sementara sejumlah perusahaan yang siap ekspor juga akan diperkenalkan kepada para delegasi asing.
Pemkot Makassar juga menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk ditawarkan kepada investor, di antaranya pengembangan kawasan sport center Untia, potensi industri pengolahan hasil laut, produk kopi, hingga produk makanan olahan khas Makassar.
Firman berharap momentum IGS 2026 dapat mengembalikan posisi Makassar sebagai kota perdagangan yang diperhitungkan di tingkat internasional.
“Kita mengenal Makassar sejak abad ke-16 sebagai kota perdagangan yang besar melalui jalur rempah. Semangat itu yang ingin kita bangkitkan kembali agar Makassar semakin dikenal dan diminati oleh dunia internasional,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, IGS 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi awal lahirnya kerja sama konkret yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (RB)



