Grand Opening Almaz Fried Chicken di Grand Mall Maros, Perkuat Komitmen Ekonomi Umat
MAROS, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Almaz Fried Chicken kembali memperluas jangkauan bisnisnya dengan meresmikan outlet ke-18 di Sulawesi Selatan, yang juga menjadi outlet ke-126 di Indonesia.
Berlokasi di Grand Mall Maros, ekspansi ini menandai langkah nyata Almaz dalam memperkuat pasar kuliner halal.
CEO Almaz Fried Chicken, Okta Wirawan, mengungkapkan bahwa ekspansi ini merupakan bagian dari misi besar Almaz yaitu menjangkau sebanyak mungkin daerah di seluruh Indonesia dengan tetap membawa nilai-nilai syar’i dan manfaat sosial bagi umat.
Ia mengatakan provinsi Sulawesi Selatan memiliki market kuliner yang tinggi. Inilah alasan mengapa Almaz Fried Chicken membuka banyak outlet di wilayah ini.
“Peluang itu dan tantangan itu nomor dua, buat kami bagaimana bisa buka sebanyak mungkin di setiap daerah, menjangkau segala kalangan, apalagi disini kompetitor lainnya sudah ada, artinya sudah terbukti ada marketnya, jadi kalau kita liat lainnya aja ramai berarti ada marketnya dan peluangnya bagus,” ungkap Okta Wirawan.
Menurutnya, Sulawesi Selatan adalah pasar yang sangat potensial. Data internal Almaz menunjukkan bahwa penjualan di Sulsel selalu menempati posisi lima besar secara nasional untuk kategori kuliner.
“Orang Sulsel itu suka menikmati hidup. Mereka lebih senang jajan dan menikmati momen. Karakter seperti ini yang membuat kami optimis untuk terus berkembang di sini,” lanjut Okta.
Ia menjelaskan di samping market yang besar, tentu tantangannya juga besar. Namun Okta tetap optimis bisnis Almaz Fried Chicken bisa berkah untuk perusahaan dan masyarakat.
“Tantangannya juga sama, kompetitor bisa jadi peluang dan bisa jadi tantangan, percaya kalau niatnya untuk membuka lapangan pekerjaan, bermanfaat untuk ummat dan lain-lain Allah akan mudahkan tantangannya,” imbuhnya.
Almaz Fried Chicken tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga aktif dalam gerakan sosial. Sebanyak 5 persen dari pendapatan langsung dialokasikan untuk program bantuan, mulai dari sembako, pembangunan masjid, santunan anak yatim, hingga bantuan darurat di lingkungan sekitar outlet.
“Makanya kita langsung potong atas, 5 persen itu langsung dijadikan bantuan, pertama sembako beras, kemudian kita akan bantu masjid, anak yatim, lingkungan dan lain-lain. Nanti kita akan keliling sekitaran outlet dulu, ada yang benar-benar membutuhkan bantuan yang memang kritis,” ujar Okta.
Dari sisi kemitraan, Almaz juga terbuka bagi mitra lokal, khususnya dari Sulawesi Selatan. Sejauh ini sudah ada mitra dari Sulsel yang bergabung, termasuk tokoh masyarakat seperti Ustadz Fahrurozi yang telah memiliki dua slot di setiap cabang.
“Jadi orang sulsel yang kita tawarkan duluan, andaikan ada slot kosong lagi kita ada 300 mitra yang masuk dalam pendaftaran yang kita tawarkan. Jadi orang sulsel semua, uangnya juga mutar di Sulsel juga.,” ungkap Okta.
Lanjut, Okta mengatakan selain Grand Mall Maros, Almaz Fried Chicken juga telah menjadwalkan grand opening di dua daerah lainnya yakni Parepare dan Bone.
“Nanti Pare-Pare dan Bone Insya Allah dijadwalkan untuk grand opening,” sebutnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyambut hangat kehadiran Almaz Fried Chicken di wilayahnya. Ia menilai konsep syar’i dan kepedulian sosial Almaz sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ekonomi berbasis keadilan sosial dan keberlanjutan.
“Ini harapan kita pertumbuhan ekonomi terus bisa membaik dan Alhamdulillah dengan berbagai gerakan-gerakan yang tadi bahwa dengan hadirnya Almaz tetapi dia juga memerhatikan masyarakat sekitar dan juga karyawannya,” ujar Bupati Chaidir Syam.
Chaidir Syam menerangkan, Pemerintah Kabupaten Maros sendiri telah menetapkan Grand Mall sebagai kawasan kuliner halal. Dengan kehadiran Almaz, kawasan ini semakin menguatkan citra sebagai destinasi wisata kuliner halal yang aman dan terpercaya.
“Yang paling utama adalah kehadiran Almaz kita terima di Kabupaten Maros, kawasan Grand Mall ini kita sudah tetapkan sebagai kawasan kuliner halal, sehingga disini sudah ada tim halal kita, kita berharap semua makanan dan semua ini bisa di kontrol secara halal sehinggga masyarakat tidak lagi was was menikmati kuliner-kuliner yang ada di Grand Mall ini, kalau Almaz tidak diragukan lagi Insya Allah,” terang Chaidir Syam.



