Gerakan Bersama Cegah Kanker Seviks di Tingkatan Sekolah Dasar Kota Makassar
Makassar, RADIOALMARKAZ.CO.ID — Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi penyebab kematian tertinggi kedua pada perempuan di Indonesia, dengan lebih dari 36.000 kasus baru dan 21.000 kematian setiap tahun (Global Cancer Observatory WHO, 2020).
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, mengatakan sejauh ini UNICEF tengah mempersiapkan pelibatan di tingkat dinas, sekolah dan Kementerian agama, memberikan dukungan juga kapasitasi di tingkat grassroot di frontier PORKESMAS bersama UNICEF melakukan inisiatif jaga dan bersama mempersiapkan Komunikasi Antar Prilaku Pribadi (KAP). Kata Hengky UNICEF juga memfasilitasi dinas kesehatan dengan peraksanaan imunisasi untuk bulan imunisasi anak sekolah.
“Kami menggelar pertemuan koordinasi lintas sektor melibatkan sekolah, dinas pendidikan, puskesmas, dinas Kesehatan dan kantor kementerian agama Kota Makassar untuk memperkuat kolaborasi, dan mengedukasi, juga memastikan setiap anak perempuan kelas 5 SD dan yang tidak sekolah mendapatkan imunisasi HPV agar terlindung dari bahaya kanker serviks, ungkap Hengky.
Sementara capaian Imunisasi di Kota Makassar tinggi dan ini satu bukti dari keunggulan keseluruhan dari dinas kesehatan kota dan lintas sektor, terkait dengan imunisasi anak sekolah, dinas pendidikan juga mendukung, saat ini kita berusaha untuk mengejar target 90%, sebelumnya kita selalu ada di atas , dan memastikan bahwa tahun ini kita tetap bisa di atas 90%.
Sementara dinas pendidikan Kota Makassar sendiri ikut berperan aktif Kadis Pendidikan Kota Makassar achi Soeleman mengatakan cakupan imunisasi nantinya akan merata di atas 90 persen. Dan ada banyak cara secara persuasif untuk dilakukan oleh pihak sekolah, utamanya kepada guru-guru maupun orang tua agar bisa mengedukasi anaknya, pentingnya untuk vaksin ini.
“Cakupan imunisasi kami harapkan merata 90 %, apalagi banyak cara persuasif yang dapat dilakukan karena dampaknya juga akan sangat berarti untuk anak-anak kita ke depannya. Sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang lebih sehat dan lebih baik, ungkap Achi.
Dinas pendidikan akan mewajibkan anak-anak untuk bisa mengikuti vaksinasi ini, kata Achi ini penting juga untuk kesehatan anak- anak kita. Jadi dalam hal ini kita menghimbau karena pentingnya kesadaran kesehatan tidak hanya untuk anaknya, tapi orang tuanya pun juga perlu diedukasi. Banyak cara untuk melakukan pendekatan secara persuasif bagi anak-anak kita. Dan kita berharap bahwa sebaran untuk vaksin ini akan meningkat dari tahun ke tahun, Sehingga program Jaga Bersama ini bisa berhasil untuk anak-anak kita.
dr. Andi Mariani, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, menyampaikan ini tahun kedua untuk kegiatan porkesmas. Peran media juga penting untuk informasi disebarluaskan, bukan hanya tenaga kesehatan saja. Di tahap kedua ini, kami akan lagi kembali ke puskesmas untuk kembali mengedukasi ke masyarakat melalui berbagai platform, baik melalui secara langsung maupun melalui media sosial masing-masing.
“Sejak 2018 kita sudah mulai di Kota Makassar, sebetulnya bukan hal yang baru, cuma mungkin harus diulangi kembali, karena kan yang sasaran adalah kelas 5 SD dan tahun depannya lagi dilakukan pada saat mereka kelas 6.
Jadi harapannya kelas 5 yang tidak tidak lolos itu akan divaksin di kelas 6. Meskipun ini program bisa vaksinasi umur 9 sampai 14 tahun, tetapi karena program nasional itu kelas 5-6, jangan sampai lolos, tuturnya.
Sementara tantangan yang dihadapi untuk mencapai sasaran dari sisi logistik yang kekurangan, dan stock out.
Kemudian dari ketidakmauan orang tua karena ada orang tua yang tidak mengizinkan untuk anaknya dilakukan vaksinasi. Mereka menganggap vaksinasi ini adalah kewajiban, padahal itu sebetulnya hak dari anak. Mereka punya hak, jadi sebetulnya tidak perlu diatur untuk mereka wajib atau tidak, karena itu merupakan hak dari setiap anak untuk bisa mendapatkan vaksinasi HPV, dan salah satu merupakan program pemerintah yang diberikan secara gratis.
Untuk cakupan Kota Makassar, ditahun kemarin sudah di kisaran 90%, dan masih ada 10% yang belum ditemukan dan kebanyakan dari anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Tidak bersekolah di institusi formal, jadi mereka memang putus sekolah atau tidak bersekolah. Inilah pentingnya bangun kolaborasi dengan mitra kita dari Kemenag ataupun dari Dinas Pendidikan, tegas Nani sapaan akrabnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Makassar.
Suedi menambahkan dari Kementerian Agama mensosialisasikan untuk vaksinasi HPV dan akan mengandeng dari seluruh penyuluh agama karena punya peran penting peran vital di masyarakat juga dikelompok-kelompok majelis taklim dan sebagainya.
Kemudian untuk secara formal di lingkungan madrasah, kami akan melibatkan secara total dari seluruh pengawas madrasah kami sebagai aktor lapangan yang akan mengedukasi teman- teman kita tentang bagaimana pentingnya pelaksanaan vaksin HPV ini khusus untuk anak-anak kita yang ada di usia sekolah dasar.
Dari Kementerian Agama ada tiga aktor saja kita libatkan yaitu Penyuluh agama, pengawas agama, dan kelompok-kelompok kerja kepala madrasah Saya kira itu,tegas Suedi.



