Banner

Dzikir dan Doa Haul Jendral M. Jusuf Keteladanan Beliau Harus Dikenal Generasi Muda

 Dzikir dan Doa Haul Jendral M. Jusuf Keteladanan Beliau Harus Dikenal Generasi Muda
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Yayasan Al-Markaz Al-Islami menggelar acara haul (peringatan wafat) untuk mengenang jasa-jasa tokoh nasional, almarhum Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf, di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, pada Minggu (7/9/2025).

Dewan Pembina Yayasan Al-Markaz Al-Islami, Andi. Hery Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus yayasan dan masjid yang telah menyelenggarakan acara ini dengan penuh khidmat. Ia juga menyampaikan apresiasi dari pihak keluarga atas pelaksanaan kegiatan haul tersebut.

“Saya mewakili Dewan Pembina dan juga keluarga besar almarhum, menyampaikan terima kasih kepada pengurus harian, Pak Imam, dan seluruh pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami atas terselenggaranya acara ini,” ujar Hery Iskandar.

Selain kegiatan haul, sebelumnya juga telah digelar diskusi publik yang membahas keteladanan dan kiprah kepemimpinan M. Yusuf, baik sebagai tokoh militer maupun sebagai pemimpin nasional.

Namun, Hery menyayangkan masih minimnya pengetahuan generasi muda tentang sosok almarhum.

“Dalam diskusi kemarin, yang cukup menggelitik adalah kenyataan bahwa banyak generasi muda, bahkan mahasiswa, sudah tidak mengenal sosok Pak Yusuf. Padahal, banyak sekali keteladanan beliau yang sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini,” lanjutnya.

Kesdam XIV Brigjen TNI Sugen Hartono yang turut hadir dalam acara ini juga memberikan kesaksian pribadi tentang bagaimana nama besar M. Jusuf masih terasa hingga saat ini, khususnya di lingkungan militer.

“Saat beliau menjabat Menhankam/Pangab, saya masih TK. Tapi saya masih ingat betul bagaimana beliau memperhatikan kesejahteraan prajurit, termasuk melalui program susu untuk anak-anak tentara. Itu bukan hal kecil, itu bentuk nyata perhatian beliau,” kata Sugen.

Ia juga menyebut bahwa almarhum merupakan salah satu panglima yang turun langsung ke medan operasi, termasuk saat konflik di Timor-Timur.

“Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya tinggal di kota. Saat tugas di Timor-Timur, beliau ikut naik ke gunung, mendampingi langsung pasukan di garis depan,” ujarnya.

Sugen bahkan menyebut M. Yusuf sebagai tokoh militer nomor dua setelah Jenderal Sudirman dalam hal keteladanan dan dedikasi.

Selain dikenal di tingkat nasional, M. Yusuf juga memiliki jasa besar dalam menjaga keutuhan NKRI di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya saat menjabat sebagai Pangdam Hasanuddin.

“Saat itu terjadi pemberontakan di wilayah utara Sulsel, seperti Luwu dan Toraja. Beliau yang memimpin langsung upaya pemulihan keamanan, dan berhasil menjaga keutuhan wilayah,” jelas Sugen.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *