Dua Program Pemberdayaan PT Vale di Luwu Timur Raih Gold Awards InTechSEA 2026
JAKARTA, Radioalmarkaz.co.id-PT Vale Indonesia Tbk kembali mendapat pengakuan atas program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Perusahaan yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) itu meraih dua Gold Awards dalam ajang Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026.
Dua penghargaan tersebut diraih pada kategori Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pemberdayaan Masyarakat, masing-masing untuk bidang Pangan dan Kemaritiman.
Penghargaan diterima Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, bersama Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Four Seasons Hotel Jakarta, 14 September 2026.
Untuk bidang Pangan, PT Vale mendapat Gold Award melalui Program PONDATA atau Pengembangan Desa melalui Pendayagunaan Lahan yang Tangguh & Alami.
Program tersebut menyasar pemanfaatan lahan nonproduktif menjadi lahan yang memiliki nilai ekonomi dengan mengoptimalkan komoditas lokal.
Hingga kini, sekitar lima hektare lahan kritis telah dimanfaatkan menjadi lahan produktif. Pengembangannya antara lain dilakukan melalui penanaman 36.000 pohon nanas dan 200 pohon kelapa genjah.
Tak berhenti pada budidaya, program PONDATA juga mendorong masyarakat mengembangkan lima produk turunan nanas, yakni selai, jus, dodol, manisan, dan keripik.
Program tersebut tercatat melibatkan 105 penerima manfaat langsung serta 390 penerima manfaat tidak langsung.
Sementara Gold Award bidang Kemaritiman diberikan atas Program Restorasi dan Konservasi Kawasan Pesisir dan Hasil Olahan Laut Kecamatan Malili.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana.
Pendekatan yang digunakan yakni Ecosystem-Based Approach (EBA), dengan memanfaatkan fungsi ekosistem seperti terumbu karang, mangrove, dan lamun sebagai bagian dari solusi dalam menjaga kawasan pesisir.
Selain aspek lingkungan, program tersebut juga menyentuh sisi ekonomi masyarakat. PT Vale mendorong pengembangan produk olahan hasil laut agar upaya konservasi dapat berjalan beriringan dengan penguatan mata pencaharian masyarakat pesisir.
Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer PT Vale, Abu Ashar, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya perusahaan menciptakan manfaat yang lebih luas dari keberadaan kegiatan pertambangan.
Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan program menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan kemandirian dalam jangka panjang.
“Bagi PT Vale, keberhasilan sebuah program tidak berhenti pada pelaksanaannya, tetapi ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan kemandirian, dan menghasilkan manfaat yang dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujar Abu.
Direktur dan Chief Human Capital Officer PT Vale, Heriyanto Agung Putra, menambahkan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan program pemberdayaan dapat memberikan dampak berkelanjutan.
“Program pemberdayaan yang kuat lahir ketika masyarakat ditempatkan sebagai bagian utama dari proses, bukan sekadar sebagai penerima manfaat,” kata Heriyanto.
Menurutnya, PT Vale terus mendorong kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
InTechSEA Awards 2026 mengusung tema “Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future”. Ajang tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, akademisi, serta inovator untuk mendorong inovasi dalam menjawab persoalan sosial dan lingkungan.
Proses penjurian melibatkan perwakilan dari sejumlah kementerian dan lembaga, badan riset, serta akademisi. Penilaian antara lain mencakup aspek inovasi, keberlanjutan, dampak sosial dan lingkungan, serta potensi pengembangan dan replikasi program.
Raihan dua Gold Awards tahun ini sekaligus melanjutkan capaian PT Vale pada InTechSEA 2025. Pada penyelenggaraan sebelumnya, PT Vale meraih Platinum Award melalui inovasi Cocogrow untuk konservasi biodiversitas Dengen serta Gold Award kategori Food, Energy and Water melalui program Woliko Berkesan.
PT Vale menyatakan berbagai penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan, serta menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. (*)



