Banner

Dinas SDA-CKTR Salurkan Pompa Air Kepada Petani Padi

 Dinas SDA-CKTR Salurkan Pompa Air Kepada Petani Padi
Banner
Banner
Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA-CKTR), Andi Darmawan Bintang.

MAKASSAR, RAZFM – Pemprov Sulsel mulai memberikan bantuan pompa air ke wilayah penghasil komoditas padi untuk penyaluran air akibat El-Nino.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA-CKTR), Andi Darmawan Bintang menyampaikan penyaluran pompa air berdasarkan permintaan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan UPTD terkait.

hal itu dilakukan kata Darmawan, untuk memberikan atensi terhadap dampak kekeringan terutama dalam hal penyediaan air terutama pada wilayah pertanian.

“Pada prinsipnya kami stand by, dan sudah ada P3A meminta bantuan kami terutama uptd meminta bantuan untuk pompa dan kita sudah berikan yang ada,” sebutnya.

Meski telah memberikan bantuan pompa air, Darmawan menyebutkan hal itu belum mampu menjadi upaya maksimal terhadap pemenuhan air para petani.

“Belum seluruhnya mampu mengatasi atau mengairi keseluruhan, apa yang sudah di lakukan ini untuk meringankan untuk menyediakan air, dan kita sudah lakukan itu, meski demikian sudah teratasi,” sebutnya.

Ia menyampaikan, daerah yang mendapatkan bantuan pompa air ialah kabupaten wajo.

Sebelumnya, Kepala Dinas TPH-Bun, Imran Jauzi mengatakan, untuk komoditas padi, ada sembilan wilayah terdampak kekeringan.

Mulai dari Kota Makassar dengan tingkat kekeringan ringan seluas Lima Hektar.

Kabupaten Maros memiliki kekeringan ringan sebayak 129 Hektar, kekeringan sedang 72 Hektar dan kekeringan berat 34 Hektar, dinyatakan puso (gagal panen) 154 hektar dan jumlah yang terdampak itu seluas 389 hektar. serta dinyatakan pulih seluas 215 hektar.

Selanjutnya, Kabupaten Pangkep untuk kekeringan tingkat ringan itu seluas 186 hektar, kekeringan sedang itu seluas 80 hektar, kekeringan tingkat berat seluas 4,5 hektar, jumlah keseluruhan yang terdampak 270,5 hekatr dan tidak ada yang dinyatakan Puso. serta dinyatakan pulih seluas 181 hektar.

Untuk Kabupaten Bone hanya terdapat kekeringan ringan dengan luas 640 hektar. Lalu Kabupaten Soppeng untuk kekeringan tingkat ringan itu seluas 862,75 hektar, kekeringan sedang itu seluas 37.25 hektar, tidak terdaoat kekeringan tingkat berat, jumlah keseluruhan yang terdampak 900 hektar dan tidak ada yang dinyatakan Puso. serta dinyatakan pulih seluas 113 hektar.

Kabupaten Wajo, hanya mengalami kekeringan tingkat ringan itu seluas 4.799,5, juga pada kabupaten Bulukumba yang hanya terdapat kekeringan ringan seluas 56 hektar.

Untuk Kabupaten Bantaeng, terdapat kekeringan tingkat ringan itu seluas 386,6 hektar, kekeringan sedang itu seluas 112,25 hektar, kekeringan tingkat berat seluas 7,75 hektar, jumlah keseluruhan yang terdampak 506,6 hektar dan tidak ada yang dinyatakan Puso.

Terkahir di Kabupaten Sidrap, untuk kekeringan tingkat ringan itu seluas 116,04 hektar, kekeringan sedang itu seluas 11 hektar, kekeringan tingkat berat seluas 40,85 hektar, jumlah keseluruhan yang terdampak 167, 89hekatr dan tidak ada yang dinyatakan Puso serta dinyatakan pulih seluas 113,04 hektar.

Ia menyampaikan, semua wilayah yang masuk pada ketegori kuning itu saat ini tengah dilakukan penanganan oleh semua pihak terkait, dan beberapa sudah bisa terselamatkan.

“Yang Zona Kuning itu sedang terus dilakukan penanganan,” sebutnya.(Shahibul Firdaus)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *