Desa-Desa di Bone Alokasikan Dana Desa untuk Kebun Pangan, Dukung Ketahanan Gizi Keluarga
BONE, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Sejumlah desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai mengalokasikan dana desa untuk membangun kebun sayur di pekarangan rumah warga.
Langkah ini merupakan bagian dari program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan gizi keluarga.
Program P2B dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bone dengan dukungan lembaga riset CIFOR-ICRAF Indonesia, dan sejalan dengan kebijakan nasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu desa yang telah berkomitmen meneruskan inisiatif ini adalah Desa Palakka di Kecamatan Kahu.
“Selain menghemat biaya rumah tangga, masyarakat bisa mengonsumsi sayur dan bumbu dapur yang segar langsung dari pekarangan mereka sendiri,” ujar Kepala Desa Palakka, Muchtar, kepada media, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan, desa berencana mengintegrasikan P2B dengan budidaya ikan yang akan dikelola melalui BUMDes, agar manfaat ekonomi dan gizi bisa semakin dirasakan oleh masyarakat.
Program P2B difasilitasi oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Bone, yang melibatkan 89 Kelompok Wanita Tani (KWT) di 27 kecamatan sebagai penerima manfaat.
Setiap KWT mendapatkan bantuan berupa bibit dan benih tanaman, pupuk, serta sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Pemilihan kelompok dilakukan berdasarkan usulan penyuluh lapangan di masing-masing desa.
“Saat ini sudah ada 69 KWT yang menjalankan P2B, dan 20 kelompok lagi dalam proses pengajuan ke Kementerian Pertanian,” kata Hamsah, pelaksana teknis program P2B dari DTPHP.
CIFOR-ICRAF Indonesia, lembaga riset kehutanan dan agroforestri internasional, memberikan bimbingan teknis bagi KWT penerima manfaat. Bimtek meliputi praktik budidaya sayuran skala rumah tangga, pembuatan pupuk dan pestisida organik, hingga teknik pembenihan mandiri.
Kegiatan pelatihan ini dimulai sejak Juli 2025 di Kecamatan Kahu—wilayah dengan jumlah KWT penerima terbanyak—dan telah menjangkau 40 desa hingga September lalu. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari riset aksi Land4Lives (#LahanUntukKehidupan) yang didukung Pemerintah Kanada.
“Kami mendukung program P2B sebagai upaya penyebarluasan pembelajaran dari program Land4Lives yang akan berakhir tahun ini,” kata Betha Lusiana, peneliti senior CIFOR-ICRAF Indonesia.
Menurut Betha, program ini selaras dengan upaya mengembangkan pertanian cerdas iklim dan menjadikan kebun dapur sebagai solusi nyata peningkatan ketahanan pangan dan gizi keluarga.
Di tengah keterbatasan jumlah penyuluh pertanian lapangan, CIFOR-ICRAF mendorong peran petani pelopor sebagai agen penyuluhan alternatif melalui pendekatan petani-ke-petani. Para petani ini akan mengelola Tapak Percontohan Pertanian Cerdas Iklim (TP2CI) di desanya masing-masing.
“Dana desa bisa diarahkan untuk mendukung kegiatan pertanian cerdas iklim melalui kerja sama antara desa, petani pelopor, dan TP2CI,” tambah Betha.
Dengan langkah ini, Kabupaten Bone tidak hanya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, tapi juga mendorong masyarakat menuju sistem pertanian yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan. (*)



