Banner

BNN RI Apresiasi Program Lorong Wisata Bersinar Dan Gerakan Cari Mantu Bersinar DI Sulawesi Selatan

Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar kegiatan Pencanangan Desa Tangguh Bersinar (bersih narkoba), Lorong Wisata Bersinar dan Gerakan Cari Mantu Bersinar, di Ballroom Sandeq Claro Hotel Makassar, Rabu, 31/08/22.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose, Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, Kapolda Sulsel, Irjen. Pol. Drs. Nana Sujana, M.M., dan Walikota Makassar, Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto.

Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose memuji program Kapolda Sulsel yaitu desa kampung tangguh bersinar.

“Sebagai kepala BNN RI, bukan hanya bidang pemberantasan, bukan hanya bagaimana kita menangkap tersangka, menyita barang bukti, memproses melalui kriminalitas system, tetapi bagaimana Polda Sulsel juga berinisiasi untuk membuat desa tangguh bersinar, berkolaborasi antara KAMTIBMAS dengan Anti narkotika dan didukung oleh BABINSA dalam komando dari bapak Pangdam,” pungkasnya.

Petrus Reinhard Golose juga turut takjub dengan program Lorong Bersinar yang di canangkan oleh pemerintah kota Makassar.

“Program Bapak Walikota Makassar yaitu lorong bersinar, ini sangat bagus dalam meminimalisir potensi penyebaran Narkotika khususnya di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Selain itu, Petrus Reinhard Golose juga mengapresiasi program Gerakan Cari Mantu Bersinar dari Pemerintah Sulawesi Selatan. Pada program tersebut para calon pengantin (CATIN) wajib melakukan tes sebelum menikah.

“Ini yang luar biasa dari Sulawesi Selatan menjadi pionir dari cari menantu bersinar ini tidak ada di provinsi lain hanya ada di Sulsel,” tuturnya.

“Efektivitas itu kita lihat setelah program dijalankan, tetapi kita akan lihat nanti tahun depan kita akan cek lagi prevalensi khususnya, sekarang prevalensi yang ada di Indonesia 1,8% naik 1,9%, di Sulawesi Selatan 0,6%, kalau di dunia 5,5% di Indonesia 1,95%.

Di Sulsel termasuk bisa dikendalikan sebenarnya, tapi kalau dilihat dari jumlah penduduk, banyak yang terlibat, dan terpapar, itu yang terjangkau lewat hasil survei belum yang terdeteksi,” jelasnya.

Petrus Reinhard Golose berharap dengan adanya program-program tersebut diharapkan dapat meminimalisir penyebaran Narkoba di Sulsel, sehingga generasi muda penerus bangsa tidak terjerumus dalam penyalahgunaan Narkoba.

Sebagai kepala BNN Petrus, tentunya menyambut ini sebagai sesuatu yang baik dan tentunya terus mendukung untuk kemajuan generasi muda di Sulsel,” tutupnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *