Banner

Bantuan GENTING Baru Rp80 Miliar, Pusat Ajak Masyarakat Ikut Cegah Stunting

 Bantuan GENTING Baru Rp80 Miliar, Pusat Ajak Masyarakat Ikut Cegah Stunting
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) masih menghadapi tantangan dalam memperluas partisipasi masyarakat. Hingga saat ini, nilai bantuan yang terkumpul secara nasional baru mencapai sekitar Rp80 miliar.

Angka tersebut masih jauh dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang diperkirakan mencapai Rp290 miliar.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastini, dalam Sarasehan Kemitraan GENTING bersama Mitra Pentahelix di Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (8/10/2026).

“Kalau tahun lalu kita estimasikan bantuan itu sampai di angka Rp290 miliar, sekarang ini masih baru merangkak ke Rp80 miliar,” kata Yuni.

Menurutnya, rendahnya capaian tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab dengan memperluas keterlibatan masyarakat.

Yuni menegaskan, dukungan terhadap GENTING tidak harus selalu dalam bentuk bantuan bernilai besar maupun hanya mengandalkan program CSR perusahaan.

Masyarakat secara individu juga dapat mengambil bagian dalam membantu keluarga berisiko stunting.

“Bahkan dengan koin Rp1.000, Rp2.000, tentu saja kita bisa membantu masyarakat lain yang membutuhkan, terutama untuk menyelamatkan generasi Indonesia ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN fokus pada intervensi sensitif dalam pencegahan stunting, termasuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Bantuan dapat diberikan sesuai kondisi keluarga, mulai dari pemenuhan pangan bergizi, akses air bersih hingga rumah layak.

“Kalau mereka tidak punya rumah yang layak untuk merawat, untuk mendampingi tumbuh kembang anak, bangun rumahnya, kita ajak gotong royong. Mereka tidak punya air bersih, kita berikan akses air bersih,” jelasnya.

Yuni menyebut bantuan GENTING yang telah terkumpul secara nasional tersebut berasal dari kontribusi mitra pentahelix dan tidak menggunakan anggaran pemerintah untuk menutup kebutuhan intervensi di lapangan.

Sementara itu, Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang mendapat apresiasi setelah ditetapkan sebagai Terbaik Pertama Regional II dalam Pekan GENTING 2026.

Capaian tersebut dinilai menunjukkan adanya kolaborasi yang cukup baik antara pemerintah daerah dan para mitra dalam membantu keluarga berisiko stunting.

Namun, pemerintah tetap mendorong perluasan gerakan agar semakin banyak keluarga yang mendapatkan pendampingan dan intervensi sesuai kebutuhannya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *