Banner

Bangkit dari Kerugian, Perumda Pasar Makassar Catat Kinerja Positif

 Bangkit dari Kerugian, Perumda Pasar Makassar Catat Kinerja Positif
Banner
Banner

Makassar,Radioalmarkaz.co.id-Perumda Pasar Makassar menorehkan capaian signifikan sepanjang tahun 2025 setelah sebelumnya mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut.

Melalui pembenahan internal yang masif dan terukur, perusahaan daerah ini berhasil kembali ke jalur kinerja positif dan mencatatkan peningkatan pendapatan yang berdampak langsung pada kontribusi ke Pemerintah Kota Makassar.

Direksi Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief saat ditemui di ruang kerjanya Senin, (06/01) menegaskan bahwa seluruh program kerja 2025 berjalan on the track dan mendapat respons positif dari para pedagang.

Indikator paling nyata adalah kemampuan perusahaan menyetor sharing dividen tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai kisaran Rp1,2 hingga Rp1,3 miliar kepada Pemkot Makassar.

“Ini bukan soal laba semata, tetapi soal kontribusi nyata kepada pemerintah kota. Angka ini jauh melampaui capaian sebelumnya yang hanya sekitar Rp750 juta pada 2023,” ungkap Ali Gauli.

Bangkit dari Kondisi Merugi
Ali Gauli mengakui kondisi perusahaan berada dalam situasi sulit pada awal 2025. Hingga memasuki kuartal pertama dan awal kuartal kedua, tepatnya April 2025, perusahaan masih mencatatkan kerugian.

“Titik balik dimulai sejak pergantian kepemimpinan pada April 2025. Sejak saat itu, langkah pembenahan internal dilakukan secara menyeluruh dengan menggandeng tim ahli profesional, meniru pola kerja Pemerintah Kota Makassar dalam penguatan tata kelola, ungkapnya.

Ia menuturkan digitalisasi untuk tutup celah kebocoran salah satunya adalah  fokus utama pembenahan digitalisasi sistem pengelolaan pasar, khususnya pada mekanisme pembayaran pedagang ke kolektor.

Ali Gauli menuturkan Perumda Pasar mulai menerapkan barcode dan sistem pembayaran digital, baik tunai maupun non-tunai, guna memastikan potensi pendapatan terdata secara akurat dan meminimalkan kebocoran.

“Dengan digitalisasi, kami bisa mengetahui secara real-time potensi Pasar A, B, dan C. Kebocoran yang selama ini menjadi persoalan utama, kini bisa ditekan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama Ali Gauli juga melihat rasionalisasi SDM jadi isu krusial langkah paling berat adalah rasionalisasi sumber daya manusia (SDM). Dari total 511 karyawan, jumlah tersebut dinilai tidak ideal untuk 18 pasar induk yang dikelola. Sebagai perbandingan, Kota Surabaya mengelola 61 pasar hanya dengan sekitar 200 karyawan.

Hingga tahap kedua evaluasi, Ali Menyampaikan jumlah pegawai telah ditekan menjadi 377 orang, termasuk tenaga kebersihan dan keamanan yang mencapai sekitar 130–140 orang. Tahapan ketiga assessment masih berjalan, khususnya bagi pegawai kontrak non-organik yang dievaluasi setiap akhir tahun.

“Kami tidak bisa asal mengurangi. Semua melalui assessment agar mendapatkan jumlah ideal, sehat secara operasional dan kuat secara bisnis,” jelasnya.

Harapan Ali Tahun Fundamental Menuju 2026 Perumda Pasar, Jika konsolidasi internal, digitalisasi, dan rasionalisasi SDM berjalan optimal, maka perusahaan diyakini akan semakin kuat secara ekonomi dan berkelanjutan.

“Kalau fondasi 2026 ini kuat, insya Allah ke depan Perumda Pasar akan jauh lebih sehat dan berdaya saing,” pungkasnya. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *