APINDO Sulsel Bantu Menurunkan Angka Stunting

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Angka stunting di daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) masih cukup tinggi yakni 27 persen. Angka tersebut masih cukup tinggi dari rata-rata nasional 14 persen.
Komunitas pengusaha dalam hal ini Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sulsel bakal “turun lapangan” membantu pemerintah dalam menangani stunting.
“Kami sedang rapat APINDO sekarang. Program stunting kami baru jalan. Namun di Jakarta/DPN Pusat Apindo sudah 1000 pengusaha komitmen untuk bantu stunting,” kata Ketua APINDO Sulsel, Suhardi, Rabu (4/10/2023).
Ia mengatakan pihaknya baru mulai rapat untuk membahas program seperti apa yang dilakukan untuk menekan angka stunting di Sulsel.
Ditegaskan, penanganan stunting menjadi program unggulan dari APINDO Sulsel sebagai upaya kontribusi pengusaha terhadap masyarakat.
“Justru kami program kerja unggulan justru program stunting juga,” imbuhnya.
Ditanya soal pembahasan program stunting ini tindaklanjut dari sorotan Pj Gubernur Sulsel agar pengusaha berkontribusi dalam upaya tersebut. Suhardi menjelaskan bahwa pihaknya sudah rencanakan sebelumnya terkait isu Stunting ini.
“Tidak ji. Saat pembukaan kantor kami Ketua Apindo pusat sudah menyampaikan stunting salah satu program unggulan,” terangnya.
“Dan ini disampaikan juga saat pelantikan pengurus pusat di depan Presiden Jokowi,” sambungnya.
Diketahui, keberadaan swasta di Sulsel pun tak lepas dari sorotan Pj Gubernur Sulsel karena dinilai belum berperan dalam upaya penanganan stunting.
“Mungkin yang belum bergerak di Sulsel ini peran swasta terhadap stunting,” ucap Bahtiar usai launching aplikasi Inzting Sulsel dan Pengukuhan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (keluarga berisiko stunting) di halaman Rujab Gubernur, Selasa (3/10/2023) malam.
Padahal, kata dia peran lembaga pemerintah seperti BAZNAS pun ikut untuk berkontribusi dalam upaya penanganan stunting.
Ia mengatakan bahwa dengan potensi swasta di Sulsel yang cukup banyak ini harus digerakkan untuk berperan dalam penanganan stunting.
“Bahkan kemarin BAZNAS relawan juga ada zakat, itu bisa digunakan potensi di Sulsel itu bisa sekali ratusan miliar juga, kan disisi banyak swasta juga,” jelasnya.
Ditegaskan, tindaklanjut penanganan stunting di daerah ini merupakan perintah dari Presiden Jokowi. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama.
“Saya sebagai gubernur adalah menjalankan perintah presiden dengan kebijakan nasional kita adalah soal penanganan stunting kita yang menjadi soal yang menyelimuti kehidupan masyarakat kita,” imbuhnya.
Apalagi, kata Bahtiar jumlah stunting di Sulawesi Selatan masih cukup tinggi di 27 persen. Tentu masih jauh dari angka rata-rata secara nasional.
“Angka di Sulawesi Selatan ini cukup tinggi karena angkanya 27 sementara rata-rata nasional 14, makanya di salah satu 8 program prioritas kita adalah penanganan stunting,” tandas Bahtiar.



