KPU Sulsel Gelar Bincang Santai, Media Punya Besar Menyukseskan Pemilu

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan terus bergerak sosialisasi kemarin sosialisasi digelar dan melibatkan awak media dengan Tema “Bincang Santai Bersama Media Cetak, Media Online dan Radio”.
Ketua KPU Sulsel Hasbullah, dalam sambutannya menuturkan dinamika kepemiluan kalau kita sadari, sesungguhnya dalam beberapa riset atau survey yang dirilis oleh lembaga yang punya otoritas yang menyoal soal isu-isu demokrasi kita.
Dia mengukur semua negara indeks demokrasi menurun termasuk Indonesia. Ada lima variabel yang diukur, pertama itu proses pemilu dan pluralisme, fungsi pemerintahan, partispasi dan budaya politi, kebebasan politik,” kata Hasbullah.
Kata Hasbullah, di Indonesia tingkat pluralisme poinnya 7,9 persen. Kemudian fungsi pemerintahan berada di angka 7,1 persen.
” Demokrasi kita bisa dikatakan baik jika masyarkat sipilnya itu kuat dan jurnalismenya atau medianya independent dan hadirnya oposisi”, Ujar Hasbullah.
Media sendiri punya tanggung jawab untuk mensukseskan pemilu sebab aktifitas pemilu tergantung perspektif kita untuk membangun kemana.
Sementara, mantan Ketua KPU Sulsel di 2003, Mappinawang, menilai media harus memiliki bekal dalam memahami isu pemilu dan kerja-kerja KPU, jangan hanya modal 5 W+1H.
Media berperan besar dalam kepemiluan, Mappinawang juga, meminta KPU Sulsel menyediakan media center sebagai ruang bagi jurnalis untuk mencari informasi terkait Pemilu 2024.
” Media center menjadi ruang mempererat hubungan antara KPU dengan jurnalis.“KPU harus punya media center untuk memberikan informasi terkait kepemiluan. Dengan tujuannya agar pemberitakan tidak bias,” kata Mappinawang.
Selain itu, media center juga sebagai wadah KPU untuk berinteraksi dengan jurnalis yang melakukan peliputan pemilu. Hal itu bertujuan agar menyatukan pemahaman terkait dengan persoalan kepemiluan.
“Media sebagai lembaga independen yang bisa mempengaruhi pandangan atau opini publik, kerjasama dengan media lah menjadi corong bagi KPU agar bisa menjadikan media sebagai ruang untuk menyampaikan informasi terkait pemilu aman, tertib dan jujur,” ujarnya.
(Ruby Sudikio)



