Banner

BRI Telah Salurkan KUR Rp8,16 Triliun di Sulsel

 BRI Telah Salurkan KUR Rp8,16 Triliun di Sulsel
Banner
Banner
BRI Telah Salurkan KUR Rp8,16 Triliun di Sulsel

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah mencapai Rp10,09 triliun pada triwulan III/2023.

Industri keuangan di Sulsel yang menyalurkan KUR paling banyak antara lain Bank Mandiri sebesar Rp1,05 triliun, BNI sebesar Rp359,09 miliar, Pegadaian Syariah sebesar Rp156,58 miliar, BSI sebesar Rp156,1 miliar, dan lainnya Rp198,37 miliar.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi penyalur KUR terbanyak dengan total mencapai Rp8,16 triliun.

“Terkait dengan penyaluran kur masih on the track, masih bagus penyalurannya, sampai kemarin itu ada 8,16 triliun,” kata Regional CEO BRI Makassar Hendra Winata di Hotel Claro, Makassar, Rabu, 1 November 2023.

Ia mengatakan dari 8,16 triliun, sebanyak 84 persen tersalurkan ke nasabah KUR mikro.

“Nasabahnya ini masih di dominasi KUR mikro, KUR mikro itu ada 7,2 T dari 8,16 T tahun ini. ini data regional hanya Sulsel saja,” papar Hendra.

Lanjut Hendra, adapun data outstanding atau kredit belum lunas juga didominasi oleh KUR mikro sebanyak 84 persen.

“Kemudian untuk data outstanding KUR sendiri itu ada 23,1 triliun. 84 persen dari KUR mikro,” sebutnya.

Dari dana 8,16 triliun yang telah tersalurkan tercatat jumlah yang mendapatkan KUR sebanyak 529 ribu nasabah.

“Sementara nasabahnya sendiri totalnya 529 ribu nasabah, yang menikmati KUR di Sulsel,” ujarnya.

Sektor usaha pertanian, perburuan, dan kehutanan mendapatkan penyaluran paling banyak mencapai Rp4,17 triliun. Kemudian disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp3,72 triliun.

Namun di sektor pertanian yang di nilai bakal banyak nasabah untuk penggunaan KUR, ternyata tak banyak dibanding sektor lainnya.

“Kalau di kami sesuai dengan daerahnya ya, tapi sampai saat ini teman-teman dilapangan itu terkait dengan KUR pertanian, mereka masih menyalurkan kepada kelompok tani tersebut,” ucap Hendra.

Menurut Hendra hal itu terjadi di beberapa daerah sebab masyarakat atau petani tidak mengambil KUR sebab saat ini terjadi musim kemarau panjang.

“Cuman untuk beberapa daerah ada beberapa wilayah yang belum bisa tanam karena hujan belum turun, mungkin terkait dengan itu petani belum mengambil KUR, jadi ada beberapa daerah yang seharusnya sudah hujan di oktober tapi sampai sekarang kan belum hujan,” bebernya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *