BPJS – KORPRI Sinergi Dalam Mengoptimalkan Program JKN di Lingkup ASN

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan bersama KORPRI menggelar Sarasehan Program JKN, di Hotel Claro Makassar, jalan Andi Jemma. Kegiatan ini digelar untuk mendorong seluruh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) melakukan pembaruan data secara berkala.
Wakil Ketua I DP Korpri Prov. Sulawesi Selatan sekaligus Asisten 3 Pemprov Sulsel, Dr. H. Tautoto Tanaranggina, dalam sambutanya menyampaikan Sarasehan ini merupakan program peningkatan sinergitas kerjasama antara KORPRI dan BPJS Kesehatan
” KORPRI dan BPJS perlu bersinergitas demi kepentingan masyarakat. Selain itu KORPRI sebagai wadah organisasi Aparatur Sipil adalah Organisasi negara memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat., “Ujar Toto, sapaan akrabnya
Sementara Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI, David Bangun, M. Eng, mengatakan tujuan silahturahmi yang di gelar setiap tahun ini merupakan sosialisasi dan edukasi mengenai hal tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan Program JKN dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk seluruh anggota KORPRI
“Dengan jumlah anggota organisasi yang besar, tentu akan memberikan dampak terhadap harapan dan tingkat kepuasan peserta. Adanya dinamika dalam suatu organisasi, kami berharap seluruh anggota Korpri bisa melakukan validasi data secara berkala, baik dari golongan, kepangkatan, data diri, susunan anggota keluarga serta data-data kepesertaan lainnya,” kata David dalam keterangan saat diwawancarai pihak media, Kamis (12/10/2023).
Daniel menambahkan tahun ini BPJS akan mencanangkan transformasi untuk layanan menjadi fokus utama dan mendorong mutu layanan. Sementara penggunaan mobile JKN tertinggi ada di segmen PNS, tertinggi berikutnya ada di karyawan swasta dan terendah adalah warga yang masih menerima bantuan.
Ditempat yang sama Ketua Umum DP Korpri Nasional sekaligus PJ. Gubernur Sulawesi Barat, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh. Merespon apa yang akan di kerjakan BPJS kesehatan terkait sinkronisasi data, berdasarkan pengalaman sebagai Dirjen Dukcapil sinkronisasi data bisa berjalan dengan baik.
“Mudah-mudahan dalam waktu singkat dapat di koordinasikan bersama teman-teman BKN dan Pemkab biar tidak perlu repot-repot, sebab data-data semua ada di BKN. Dan sinkronisasi berbasis no induk kependusukan. Saya juga berterima kasih karena pelayanan BPJS semakin lama semakin baik.
Prof Zudan berharap, BPJS dapat mempelajari bagaimana ada semacam pelayanan untuk ASN yang lebih cepat dan dijembatani dengan mobile JKN, karena ASN ini membawahi pemda-pemda agar mendorong UHC mereka.
Apalagi BPJS telah berkomitmen membangun sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat melalui Program JKN.
KORPRI Propinsi Sulsel menjadi induk bagi 24 Kab/Kota di dalam Propinsi Sulsel, dengan kekuatan kurang lebih 200 ribu ASN maka tentulah akan muncul banyak donamki termasuk salah satunya adalah isu kesehatan ASN. (Ruby Sudikio)



