SSIF Bangun Komitmen Pemda Dalam Kemudahan Investasi

MAKASSAR, RAZFM – Dalam meningkatkan realisasi investasi di daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum Percepatan Investasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (Pinisi Sultan) menyelenggarakan kegiatan South Sulawesi Investment Forum (SSIF) yang bertempat di Hotel Claro Makassar pada 4 Oktober 2023.
Bank Indonesia berupaya mengelola kegiatan hubungan investor pada level daerah, pusat, dan global yang terintegrasi melalui penguatan persepsi positif terhadap ekonomi Indonesia.
BACA JUGA : South Sulawesi Investment Forum, Wadah Kumpulkan Potensi 24 Daerah di Suslel
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Causa Iman Karana, menuturkan tujuan utama dari kegiatan ini adalah mempromosikan investment project ready to offer (IPRO) kepada investor potensial dari dalam dan luar negeri, sekaligus memberikan gambaran tentang iklim investasi dan komitmen Pemerintah Daerah dalam memberikan kemudahan investasi kepada investor.
“Kegiatan ini mengusung tema “Reinforcing The Downstream Industry and Circular Economy”, SSIF yang pertama kali diselenggarakan ini diharapkan dapat mendorong investasi khususnya kegiatan hilirisasi, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah serta pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan secara berkelanjutan, ujar Cik, sapaan akrabnya.
Ditempat yang sama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menuturkan
program investasi forum ini sudah memasuki tahun kedua semenjak pertama kali diselenggarakan di tahun 2021.
“Nah, kita lihat saat ini bagaimana perekonomian nasional kita bertumbuh tapi kita masih dihadapkan pada ketidakpastian perekonomian global. Kalau kita lihat perekonomian global di tahun 2023 ini, diperkirakan berada di angka 2,7 persen dengan kecenderungan perekonomian Tiongkok yang melambat dan perekonomian Amerika Serikat yang semakin kuat,” terang Filianingsih Hendarta.
Meskipun pertumbuhan ekonomi nasional tetap baik dan ditopang oleh permintaan domestik, dapat dikonsumsi rumah tangga diproyeksikan terus tumbuh kuat termasuk generasi muda. Saat ini kata Filianingsih, generasi muda, milenial itu mendukung sekali konsumsi rumah tangga. Kita lihat juga beberapa sektor pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh beberapa lapangan usaha yaitu sektor jasa seperti perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan juga persediaan akomodasi dan makan minum.
Sementara Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2023 ini, berada dalam kisaran proyeksi yang 4,5 sampai 5,3 persen. Apalagi, kinerja investasi juga tetap baik sejalan dengan berlangsung dan berlanjutnya penyelesaian proyek startegis nasional.
Kegiatan SSIF menghadirkan sejumlah prominent speakers yakni Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si dan Direktur Hilirisasi Mineral dan Batubara Kementerian Investasi/BKPM,
Hasyim Daeng Barang.
Terdapat pula talkshow yang membahas strategi pengembangan investasi dan pemenuhan energi industri melalui Energi Baru Terbarukan (EBT) yang disampaikan oleh Sekda Provinsi Sulawesi Selatan dan General Manager (GM) PLN Wilayah Sulselrabar. (Ruby Sudikio)



