Banner

Disperindag Sulsel Siapkan Rp 2 M Untuk Pasar Murah

 Disperindag Sulsel Siapkan Rp 2 M Untuk Pasar Murah
Banner
Banner
Disperindag Sulsel Siapkan Rp 2 M Untuk Pasar Murah

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya menekan laju inflasi di sektor komoditas pangan. Salah satunya dengan mengadakan pasar murah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Ahmadi Akil mengaku sudah mendapat arahan dari Pj Gubernur untuk mengintervensi harga pasar.

Ia menjelaskan langkah efektif untuk menjaga inflasi sampai 5 bulan kedepan ialah rutin melakukan operasi pasar dan pasar murah.

“Kami selaku OPD siap untuk mengeksekusi melakukan operasi pasar dengan tentunya melakukan pasar murah untuk 5 Bulan ke depan dengan berkoordinasi dengan Bulog, dengan semua stakeholder terkait,” kata Ahmadi Akil usai meninjau harga pangan di Pasar Terong, Rabu, 28 September 2023.

Pj Gubernur Bahtiar juga sudah menginstruksikan alokasi anggaran khusus untuk penanganan inflasi, sebanyak Rp 2 Miliar.

“Pak Gubernur sudah menginstruksikan kepada kami menyediakan anggaran untuk mengatasi inflasi di Sulsel dan kami siapkan kurang lebih 2 Milyar,” jelas Ahmadi Akil.

Sebelumnya diberitakan, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin bersama jajaran OPD turun
sidak harga bahan pangan di Pasar Pabaeng-Baeng dan Pasar Terong pada Rabu (27/9/2023).

Hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

“Memang ada naik, Beras premium naik Rp 2 Ribu kemudian medium yang biasa dikonsumsi masyarakat naik Rp 3 ribu,” kata Bahtiar.

Harga kentang naik dari Rp 15 ribu per kg menjadi Rp 18 kg. Wortel harga normal Rp 7 ribu.

Lalu harga cabai besar disebut normal sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per Kg. Begitu juga cabai keriting di harga Rp 30 ribu.

Jeruk nipis menjadi komoditas yang paling naik signifikan. Dari harga normal kisaran Rp 8 ribu – Rp 10 Ribu, kini dibanderol Rp 18 ribu.

Dengan kenaikan harga ini, Bahtiar memastikan adanya inflasi.

“Kalau begini tidak usah diukur pakai rumus lagi, sudah pasti inflasi,” jelasnya.

Bahtiar ingin memastikan kebutuhan masyarakat bisa tercukupi dengan harga terjangkau.

“Kita memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat bisa mencukupi jadi tidak timbul gejolak di masyarakat,” tutup Bahtiar.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *