Mentan SYL Jamin Ketersediaan Hewan Kurban, Capai Hingga 3,2 Juta Ekor

MAKASSAR, RAZFM – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan hewan kurban. Secara nasional stok tersedia sebanyak 3,2 juta ekor.
Angka itu sudah termasuk hewan sapi kurban sapi 650.282 ekor, kambing 743.672 ekor, kerbau 16.327 ekor, dan domba 332.770 ekor.
Mentan Syahrul mengatakan, berkaca dari tahun sebelumnya stok sapi di Indonesia selalu surplus.
“Dari 3 juta ekor sapi yang dipersiapkan, 1,8 juta sampai 2 juta yang digunakan artinya kita punya over stok gitu untuk mempersiapkan ini hal yang sama,” kata Mentan Syahrul usai melakukan peninjauan hewan kurban di CV. Ihwana Putri Pradana Jl. Tun Abd Razak, Kab. Gowa, Rabu (21/06).
Ia menjelaskan selain ketersediaan stok, hewan kurban mesti terjaga kesehatannya agar kualitas daging bisa terjamin, sebelum dibagikan ke penerima yang berhak.
“Paling penting adalah hewan yang di akan dipotong harus masuk dalam SOP, sebelum diperdagangkan atau disebar ke pulau, dan melewati proses karantina di daerah merah harus 28 hari,” ujarnya.
Lebih lanjut Mentan SYL mengatakan, ada tim gugus tugas yang diturunkan baik ditingkat pusat provinsi, Kabupaten/Kota untuk memantau perkembangan kesehatan hewan kurban.
“Jadi pemeriksaan kesehatan dan sebelum dipotong juga ada pemantuan, semua daerah setiap minggu menurunkan dokternya untuk wilayah-wilayah terkonsentrasi seperti ini dan itu diatur masing-masing oleh Dinas,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan kementrian bersama pemerintah daerah telah mempersiapkan SOP yang ketat untuk momentum Idul Adha 1444 H ini.
“Begitu kita jaganya momentum ini, SOP harus dijalankan karena seluruh dunia sekarang banyak virus atau penyakit hewan karena itu kita tidak hanya berproses memotong, tetapi bagaimana sesudah memotong pun masih kita jaga jangan sampai ada virus” tutur Syahrul.
Mentan SYL juga mengajak seluruh Gubernur, Bupati juga memastikan kesehatan hewan kurban di daerah masing-masing sehingga Idul Adha dapat dilaksanakan tanpa kendala dan dalam kondisi baik.
“Salah satu yang kita cek, yang bisa diperdagangkan adalah hewan yang sudah memiliki eartag berarti tandanya sudah divaksin dan tidak boleh dipotong kalau di bawah 28 hari,” tuturnya.
Sementara itu, di Waktu yang sama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking menuturkan ketersediaan hewan kurban Provinsi Sulsel tahun 2023 diantaranya sapi sebanyak 75.289 ekor, kerbau sebanyak 2.406 ekor, kambing 33.279 ekor dengan proyeksi kebutuhan hewan kurban di Sulsel tahun 2023 adalah sapi 46.243 ekor, kerbau 96 ekor, kambing 6.060 ekor.
“Persiapan dalam rangka penyelenggaraan hewan kurban pada 20 Juni kemarin kami telah melepas tim terpadu pemeriksaan hewan kurban pada 24 kabupaten kota,” kata Nurlina.
Tim ini, sambungnya, berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Sulsel untuk melakukan pegecekan secara bersama di lapangan dalam memastikan kesehatan hewan kurban.
“Kita juga sudah kemarin bersama 50 perwakilan dari dewan mesjid sudah berkoordinasi dengan kami untuk melakukan pemeriksaan secara terpadu hewan kurban di tempat masing – masing,” ucap Nurlina.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrulah mengatakan tim pemantau hewan kurban telah diterjunkan di lapangan termasuk di daerah -daerah.
“Perlu kehati – hatian dalam pemantauan hewan kurban di lapangan,”tutup Nasrulah.
Turut hadir jajaran eselon 1 Kementan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina. (SB)



