Banner

Sejahterakan Petani, Bappenas Lirik Program Benih Mandiri Pemprov Sulsel

 Sejahterakan Petani, Bappenas Lirik Program Benih Mandiri Pemprov Sulsel
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui kembali menyerahkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan (TPH-Bun) menyerahkan bantuan benih gratis kepada petani.

Bantuan ini merupakan program Mandiri Benih yang sebelumnya telah dijalankan tahun 2022 lalu oleh Pemerintah Provinsi Sulsel dan hasilnya berhasil meningkatkan produksi petani di Sulsel

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan program ini sudah masuk tahap ketiga. Sebanyak 2.500 ton benih padi di sebar ke 24 kabupaten/kota untuk ditanam di 100 ribu hektar sawah.

Selain benih padi, diserahkan juga bibit kakao, mangga, durian, jeruk, serta sejumlah alat mesin pertanian.

“Kita melaunching mandiri benih yang ditangkar sendiri di provinsi (Sulsel), dan Alhamdulillah seperti kemarin itu hasilnya bagus. Juga mandiri benih ini sudah disertifikasi di Balai dan kita bagi gratis ke masyarakat,” ungkap Andi Sudirman.

Ia menjelaskan jika tahap sebelumnya dibagikan benih sebar, tahap ke tiga ini petani menerima benih pokok.

“Yang dibagi adalah benih pokok. Jadi bisa dijadikan lagi benih sebar lagi oleh petani dijadikan bibit ya,” tukasnya.

Anggaran yang diberikan tahun 2023 ini sama dengan tahun lalu sebesar 30 Miliar Rupiah, yang hasil panen ditaksir mecapai Rp1 Triliun.

“Anggarannya itu Rp30 Miliar, hasilnya 100 ribu hektare. Kalau berhasil nanti bisa jadi Rp1 triliun kenaikan,” paparnya.

Gubernur Andi Sudirman menambahkan Benih Mandiri ini akan menjadi program nasional dan telah disetuju oleh Bapennas sehingga provinsi lain bisa menerapkan program Benih Mandiri.

“Alhamdulillah juga program ini (mandiri benih) sudah disetujui oleh Bappenas menjadi program nasional, mudah-mudahan dengan begini kita tangkar di wilayah sendiri di tanam di wilayah itu juga, tentu itu adaptif terhadap tanah,” jelas Gubernur.

Dirinya menyatakan hasil Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam ubinan meningkat dari 8 ton menjadi 13 ton, hingga mencapai 17 ton.

“Kenapa hasilnya lebih banyak, karena keunggulannya ialah daya tumbuhnya itu 80 persen, lebih adaptif, karena dia ditangkar di sini (Sulsel). Maros, Bone, Luwu, Sidrap dan semuanya. Memang ditangkar di masing-masing wilayah dan ditanam di wilayah itu juga,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas TPH-Bun, Imran Jauzi menuturkan telah dibentuk tim pengelola untuk menangkar benih mandiri ini sebelum diserahkan kepada kelompok tani di masing-masing daerah.

Dirinya menyampaikan kedepannya akan ditangkar benih jagung yang menjadi produksi terbesar kedua tanaman pangan setelah padi di Sulsel.

“Kita memang mau kedepan ini, dan itu memang rintisan 2023 itu mandiri benih jagung. Karena mandiri benih kan bukan hanya padi,” tututnya.

“Kita coba padi dan hasilnya luar biasa. Kenapa jagung tidak, kan gitu. Padahal jagung kan tanaman nomor dua setelah padi kan,” sambung Imran.

Saat ini pihaknya masih merintis benih jagung untuk dibagikan ke petani pada bulan Juli mendatang.

“Akhir Juli kita rencana mau launching. Jadi kita uji dulu supaya betul-betul layak, jangan sampai kita beri ke petani tapi tidak tumbuh. Makanya kami menyebut rintisan,” pungkasnya.

“Kita tanam 20 hektare mandiri benih jagung sebagai percobaan, karena ini baru rintisan,” tambah Imran.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *