Banner

Pesan Kuhtbah Prof La Ode Husen Perbedaan Merupakan Anugerah Yang Patut di Syukuri

 Pesan Kuhtbah Prof La Ode Husen Perbedaan Merupakan Anugerah Yang Patut di Syukuri
Banner
Banner

MAKASSAR, RAZFM – Dekan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H, menjadi Khatib dalam Perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah, di Masjid Umar Bin Khattab, Kampus II UMI, Sabtu (22/04/2023).

Dalam Perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H membawakan Khatib berjudul Mukjizat Bermaaf-maafan dan Bermurah Hati.

Terlihat beberapa jajaran Pimpinan UMI mengikuti Perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah, Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E., M.Si. (Rektor UMI) beserta para Wakil Rektor dalam lingkup UMI, Ketua LPkM UMI, beserta Ketua Majelis Taklim Ukhuwah UMI, dan Dosen, staf beserta masyarakat.

Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H mengungkapkan, Perbedaan merupakan bagian ketetapan Allah SWT ciptakan kepada Makhluk-Nya.

“Perbedaan yang terjadi di sekitar kita bagian dari ketetapan Allah SWT dalam menciptakan makhluk-Nya, sehingga kita tidak boleh memaksakan kehendak supaya semua makhluk menjadi sama” ujar Prof. Dr. H. La Ode Husen.

Lanjut, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H, juga menambahkan, Perbedaan merupakan anugerah yang patut kita syukuri dengan cara saling mengenali, memahami dan mengerti sehingga tercipta kehidupan yang rukun, aman, damai dan penuh dengan persaudaraan yang puncaknya kita dapat saling tolong menolong dalam kebaikan demi kemudahan menjalani kehidupan bersama.

Di Akhir Kuthbah, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H., menerangkan kepada para Jemaah Idul Fitri 1444 H, agar senantiasa saling maaf – memaafkan memiliki keajaiban.

“Sikap saling maaf memaafkan memiliki keajaiban yang telah dibuktikan secara ilmiah adalah menjadi obat dan terapi bagi jiwa yang sakit akibat berbagai problem kehidupan, sikap saling memaafkan juga bisa menjadikan orang yang disakiti bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih baik, damai dan tenteram, demikian pula memaafkan orang yang pernah menyakiti adalah dengan cara melupakan perbuatan yang menyakitkan itu dan menghapusnya dalam ingatan kita sehingga secara otomatis rasa sakit dalam hati pun akan terhapus,” tutup Dekan FH UMI.

Usai melaksanakan Shalat Idul Fitri, terlihat para civitas Akademika UMI beserta Masyarakat saling bermaaf-maafan, di halaman Masjid Umar Bin Khattab Kampus II UMI. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *