Rp1,4 Triliun Anggaran APBN Di Siapkan Untuk Pembangunan Rumah Sakit Otak, Jantung dan kanker Di Sulsel

MAKASSAR, RAZFM – Pembangunan Rumah Sakit (RS) UPT Vertikal Makassar segera hadir di Sulsel. RS untuk penyakit otak, jantung dan kanker (OJK) itu ditargetkan rampung 2 tahun masa pengerjaan.
Selasa 31 Januari 2023 ini, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin telah meletakkan batu pertama atau Ground Breaking RS yang berlokasi di kawasan Center Poin of Indonesia (CPI), Makassar.
Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan pembangunan proyek tersebut merupakan kerjasama antara pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dengan Kementerian.
“Jadi sesuai janji tahun lalu, kita akan membangun RS OJK kerja sama antara pemprov dan kementrian kita menyiapkan lahannnya dan seperti jembetan jalan dn sebagainya,”
Dirinya mengungkapkan tidak hanya pembangunan, kementerian kesehatan juga menyediakan alat kesehatan (Alkes) nantinya.
“Kementrian membangun rumah sakit beserta Alkes beserta hak untuk Indonesia Timur khusus otak jantung dan kanker,” pungkasnya.
Andi Sudriman, menjelaskan anggaran yang digunakan pun murni dari APBN.
“Iya full APBN Murni Rp1,4 Triliun di kontrak dan itu sudah melalui proses panjang dan belum termasuk Alkes. Kalau Alkes-nya Kita perkiran 600 Milyar dan itu baru bangun.
Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr Sunarto menjelaskan, mulai dari luas lahan RS Vertikal Makassar sekitar 6,2 Hektare, sementara luas bangunannya mencapai 142 meter persegi dengan dilengkapi 3 tower.
“Nanti ada 3 tower, tower pertama untuk kanker, otak dan jantung. Sebenarnya pak Menteri juga untuk penelitian dan riset di sini, dan ini menjadi wilayah yang strategis,” kata Sunarto di Makassar, Selasa 31 Januari 2023.
Perencanaan awalnya sebut dia, akan dibangun 12 lantai, tetapi kontruksi bangunan RS tersebut bisa dimungkinkan hingga 15 lantai.
Adapun anggaran untuk RS spesialis penyakit otak, jantung dan kanker itu sekitar Rp1,4 Triliun, dengan desain yang sudah lengkap.
“Kita rencanakan akan mengambil waktu sekitar 690 hari kalender, tetapi pak Menteri bisikkan ke saya coba dipercepat. Ada masa pemeliharaan 180 hari kalender dan sudah ada kontraknya,” jelas Sunarto.
Untuk fasilitas pelayanan di RS ini pun kata dia, disediakan 226 tempat tidur untuk pelayanan penyakit otak, dan begitu juga dengan kanker dan jantung.
“Jadi totalnya sekitar 700 lebih tempat tidur. Ruang operasinya nanti akan ada 16 ruang operasi yang mungkin menjadi yang paling banyak yang ada di rumah sakit di Indonesia,” sebut Sunarto.
“Lab nya untuk jantung itu ada 7, kemudian ada 95 tempat tidur itu untuk ICU,” sambungnya lagi.
Selain untuk jantung otak dan kanker, RS rujukan Indonesia Timur ini akan difasilitasi rumah singgah untuk para masyarakat di Indonesia Timur khususnya ada sekitar 48-50 tempat tidur.
Tak hanya itu, RS ini juga melayani pelayanan kesehatan dengan berbasis teknologi yang super canggih.
“Nanti akan dikembangkan di sini, brand check up hemoterapy dan lainnya, intinya adalah penggunaan teknologi canggih,” urai Sunarto.
Dengan begitu, pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bisa mensukseskan pembangunan RS Vertikal Makassar ini agar bisa berfungsi dengan baik.
“Interior juga kita fokuskan yah, supaya rumah sakit vertikal itu juga memikirkan mengenai desain, keindahan, kenyamanan dari pengunjung,” pungkasnya. (SB)



