Banner

4 Juta Keluarga Baru Terima Bansos, Kemensos Kini Perketat Verifikasi Penerima

 4 Juta Keluarga Baru Terima Bansos, Kemensos Kini Perketat Verifikasi Penerima
Banner
Banner

MAKASSAR,  Radioalmarkaz.co.id-  Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh orang yang berhak.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, teknologi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperbaiki akurasi penyaluran bansos sekaligus mencegah bantuan diterima oleh pihak yang tidak sesuai dengan data penerima.

“Kalau dulu mungkin namanya sama, orang lain yang terima bisa. Tapi dengan sistem yang baru ini tidak akan mungkin orang berbeda menerima. Jadi harus namanya sama dengan orangnya,” kata Gus Ipul di Makassar, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, sistem tersebut sebelumnya telah melalui uji coba di Kabupaten Banyuwangi dan kini mulai diterapkan di 42 kabupaten/kota.

Pemerintah menargetkan penerapan sistem digitalisasi tersebut diperluas ke lebih dari 250 kabupaten/kota pada bulan depan sebelum ditargetkan berlaku secara nasional pada tahun depan.

Gus Ipul mengatakan, digitalisasi diperlukan seiring dengan terus diperbaruinya data penerima bansos. Dalam dua tahun terakhir, lebih dari empat juta keluarga baru masuk sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Keempat juta keluarga tersebut, kata dia, sebelumnya belum pernah menerima bansos dan baru masuk dalam daftar penerima setelah dilakukan pemutakhiran data.

“Dalam dua tahun terakhir ini lebih dari 4 juta keluarga penerima manfaat baru sebagai hasil daripada pemutakhiran. Di mana 4 juta lebih itu belum pernah menerima bansos sebelumnya, sekarang terima bansos,” ujarnya.

Gus Ipul mengakui, perbaikan data penerima bansos masih menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan pemerintah.

Untuk meningkatkan akurasi data, Kemensos juga berencana melibatkan masyarakat dalam proses pemutakhiran.

Ia menilai keterlibatan masyarakat penting karena kondisi penerima manfaat dapat berubah dari waktu ke waktu. Dengan pemutakhiran secara berkala, pemerintah dapat memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memang memenuhi kriteria.

“Artinya bahwa pemutakhiran, pengelolaan data ini makin baik. Tentu masih banyak kurangnya. Nah, untuk itulah supaya makin akurat kita melibatkan masyarakat,” jelasnya.

Tantangan Teknologi di Lapangan

Meski teknologi face recognition disiapkan untuk memperkuat ketepatan penyaluran, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam penerapannya.

Salah satunya adalah keterbatasan kemampuan masyarakat dalam menggunakan perangkat digital. Gus Ipul menyebut masih ada penerima manfaat yang belum memiliki telepon pintar.

Sebagian lainnya sudah memiliki smartphone, tetapi belum memahami cara menggunakannya.

“Ada juga yang punya smartphone tapi enggak tahu caranya, ada juga tahu caranya tapi mungkin masih malu-malu,” ungkapnya.

Karena itu, Kemensos menilai keberadaan pendamping di lapangan tetap penting untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan sistem digitalisasi bansos.

Dengan penerapan teknologi tersebut, pemerintah berharap proses verifikasi penerima hingga penyaluran bansos dapat semakin akurat dan mengurangi potensi kesalahan sasaran. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *