Hujan Belum Juga Turun, Warga Makassar Serentak Istighfar dan Salat Istisqa
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar dan masyarakat melaksanakan Salat Istisqa di halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Salat Istisqa yang dimulai sekitar pukul 07.00 Wita tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. K.H. Muammar Bakry, bertindak sebagai khatib. Sementara Salat Istisqa dipimpin Hasan Basri sebagai imam.
Dalam khutbahnya, Muammar Bakry mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi yang terjadi.
Ia mengingatkan kembali kisah Nabi Nuh AS yang mengajak kaumnya memperbanyak istighfar.
“Faqultustaghfirū rabbakum innahū kāna ghaffārā,” demikian ayat yang disampaikan Muammar, yang bermakna ajakan untuk memohon ampun kepada Allah karena Dia Maha Pengampun.
Menurutnya, istighfar tidak hanya menjadi ungkapan permohonan ampun atas dosa, tetapi juga bentuk penghambaan dan ikhtiar seorang manusia kepada Allah SWT.
Muammar juga menyampaikan kisah dalam riwayat hadis tentang seorang sahabat yang berulang kali melakukan dosa dan bertanya kepada Rasulullah SAW apakah Allah masih akan mengampuninya.
Rasulullah SAW, kata dia, menjawab bahwa Allah akan tetap mengampuni selama manusia terus memohon ampun dan kembali kepada-Nya.
Pesan tersebut, lanjut Muammar, menjadi pengingat bahwa manusia tidak boleh berhenti berharap kepada Allah SWT.
Ia kemudian mengaitkan pentingnya istighfar dengan pelaksanaan Salat Istisqa yang dilakukan masyarakat Makassar.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan angin rahmat-Nya berupa air dari langit,” harapnya.
Muammar juga menjelaskan bahwa Salat Istisqa bukan hanya dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, salat tersebut juga pernah dilakukan oleh umat dan nabi-nabi sebelumnya, termasuk Nabi Musa AS ketika menghadapi kondisi kekeringan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan Salat Istisqa sebagai momentum untuk memperkuat doa, memperbanyak istighfar sekaligus tetap melakukan ikhtiar dalam menghadapi kemarau.
“Harapan-harapan masyarakat kita sampaikan dan kita titipkan untuk kita lanjutkan. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kita, keluarga kita, masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Kota Makassar,” tuturnya.
Munafri: Doa dan Ikhtiar Berjalan Bersama
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk penghambaan manusia kepada Allah SWT sekaligus ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kekeringan.
“Kehadiran kita pada pagi hari ini adalah bentuk dari manifestasi penghambaan kita kepada Allah SWT. Hari ini kita hadir bersama-sama di halaman Masjid Al-Markaz ini untuk memohon, meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, untuk menurunkan hujan,” ujar Munafri.
Munafri yang akrab disapa Appi mengatakan, kemarau yang berlangsung panjang telah berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Makassar.
Ia menyebut kondisi tersebut juga menimbulkan berbagai dampak lain, termasuk berkurangnya ketersediaan air yang berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat.
Terkait prakiraan BMKG mengenai potensi hujan pada akhir Oktober, Munafri mengatakan hal tersebut merupakan sebuah prediksi. Namun, manusia tetap memiliki ruang untuk berikhtiar dan berdoa.
“Ini perkiraan. Tapi semua ada yang mengatur, dan hari ini kita hadir bersama-sama untuk meminta kepada Pengaturnya untuk menurunkan. Doa-doa kita menjadi cara yang terbaik untuk menyampaikan ini kepada Sang Pengatur, Sang Maha Kuasa, Allah SWT,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar terus melakukan penanganan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Pemkot Makassar melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah. Munafri juga telah turun langsung meninjau beberapa lokasi untuk memastikan kebutuhan air masyarakat mendapatkan intervensi pemerintah.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot Makassar juga tengah melakukan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Munafri menyebut, tahun ini pemerintah melakukan penambahan sekitar 18 SPAM di sejumlah titik guna memperluas akses masyarakat terhadap sumber air.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar dikerahkan mendistribusikan air bersih ke masyarakat.
“Baik melalui pembangunan SPAM, terus ada Dinas Pemadam, Dinas BPBD yang turun setiap hari hampir 50 sampai 60 titik untuk mendistribusi kebutuhan air,” jelasnya.
Pemerintah juga melakukan intervensi terhadap sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami bantu untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover dua RW. Ini kami coba cepat untuk mengintervensi hal-hal yang seperti ini,” ujarnya.
Munafri menegaskan pemerintah akan terus memaksimalkan sumber-sumber air yang masih tersedia agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” pungkasnya.
Salat Istisqa tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, pengurus Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami serta kepala lembaga dan instansi vertikal. (RB)



