Banner

HR Collegia Kalla Berakhir, Peserta Bawa Pulang Ilmu dan Proyek Perbaikan SDM

 HR Collegia Kalla Berakhir, Peserta Bawa Pulang Ilmu dan Proyek Perbaikan SDM
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id-Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman teori. Praktisi Human Resources (HR) dituntut mampu membaca persoalan di lingkungan kerja sekaligus menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi solusi yang berdampak bagi organisasi.

Hal itu menjadi salah satu penekanan dalam program Human Resources Collegia (HR Collegia) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Bisnis dan Manajemen Kalla Institute (PPBM-KI).

Program yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, sejak Juni hingga Agustus 2026, tersebut mempertemukan praktisi HR, perwakilan perusahaan, pelaku UMKM, sektor pendidikan, hingga profesional dari berbagai bidang usaha.

Selama program, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengelolaan SDM, tetapi juga ditantang menghubungkan pembelajaran dengan persoalan nyata yang mereka hadapi di tempat kerja.

Pembelajaran digelar secara luring setiap Sabtu di Learning Center Kalla Toyota Cokroaminoto. Sementara sesi outbound berlangsung di Bugis Water Park dan rangkaian program ditutup melalui graduation di Bikin-Bikin Creative Hub, Nipah Park.

Materi yang diberikan mencakup sejumlah aspek fundamental dalam pengelolaan SDM, mulai dari Mindset & Peran Human Resource, hukum ketenagakerjaan, Recruitment & Onboarding, Compensation & Benefit, Performance Management, budaya kerja dan kepemimpinan, pengembangan kompetensi dan pelatihan, Retention & Employee Engagement, hingga transformasi digital dalam HR.

Menariknya, peserta juga mendapat kesempatan belajar langsung dari jajaran leader dan praktisi KALLA. Sejumlah direksi dan chief KALLA mengisi sesi Inspirasi Leader, dengan materi yang berkaitan dengan Mindset HR, Legal Compliance & Industrial Relations, Performance & Talent Management, serta Employee Retention & Engagement.

Selain jajaran pimpinan, materi juga disampaikan para expert dan praktisi dari level Assistant Manager hingga Manager di berbagai unit bisnis KALLA.

Tak hanya duduk mendengarkan materi

Metode pembelajaran menjadi salah satu pembeda HR Collegia. Peserta tidak hanya mengikuti sesi presentasi, tetapi dilibatkan dalam workshop, diskusi kasus, simulasi, role play, coaching, mentoring, presentasi, refleksi, hingga kegiatan team building.

Pendekatan tersebut membuat peserta memiliki ruang untuk menguji pemahaman sekaligus melihat kembali praktik pengelolaan SDM yang selama ini diterapkan di organisasi masing-masing.

Pada tahap akhir, peserta diwajibkan menyusun capstone project. Proyek tersebut memanfaatkan satu atau beberapa materi HR Collegia untuk menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi di unit kerja atau perusahaan masing-masing.

Manajer PPBM-Kalla Institute, Trisuci Gita Wahyuni, mengatakan keberagaman latar belakang peserta menjadi salah satu capaian penting dalam pelaksanaan HR Collegia.

Menurutnya, peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari F&B, logistik, konstruksi, pendidikan hingga jasa keuangan seperti BPR Hasamitr.

“HR Collegia bukanlah program yang dirancang untuk satu industri tertentu, melainkan sebuah program pengembangan HR yang dapat diterapkan pada berbagai karakteristik organisasi dan model bisnis,” ujar Trisuci.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama program tidak berhenti setelah peserta menerima sertifikat, tetapi dapat diterapkan dalam pekerjaan masing-masing.

Menjadi ruang refleksi praktik HR

Bagi peserta, HR Collegia juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana fungsi HR telah berjalan di organisasi masing-masing.

Ririn, peserta HR Collegia dari Human Capital Lazuna, menilai proses pembelajaran memberikan banyak ruang untuk melakukan refleksi terhadap praktik HR yang selama ini diterapkan.

“Proses pembelajaran dalam HR Collegia menghadirkan banyak aha moment yang membuat peserta semakin menyadari pentingnya memastikan peran HR berjalan sebagaimana mestinya,” kata Ririn.

Ia menyebut pembelajaran tersebut membantu peserta mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu diperbaiki dan dikembangkan dalam praktik HR di lingkungan kerja.

Selain peningkatan kompetensi, HR Collegia juga menjadi ruang membangun jejaring antarpeserta. Pertemuan peserta dari berbagai sektor memungkinkan terjadinya pertukaran pengalaman mengenai cara masing-masing organisasi mengelola SDM.

Rangkaian program kemudian ditutup melalui kegiatan graduation. Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran mendapatkan sertifikat sebagai bentuk apresiasi.

PPBM-KI berharap jejaring yang terbentuk tidak berhenti setelah program berakhir. Para peserta diharapkan tetap berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan SDM.

Melalui HR Collegia, PPBM-KI menegaskan komitmennya menghadirkan ruang pembelajaran lintas industri yang tidak hanya memperkuat kompetensi praktisi HR, tetapi juga mendorong penerapan pengetahuan tersebut untuk menjawab kebutuhan organisasi dan mendukung terciptanya SDM unggul serta bisnis yang berkelanjutan. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *