Peserta Bersarung dan Berpeci, Upacara HUT ke-81 RI di Al-Markaz Al-Islami Jadi Tradisi Tahunan
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id,- Pemandangan berbeda terlihat dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Senin (17/8/2026).
Para peserta upacara mengenakan sarung, kemeja putih, dan peci. Busana tersebut menjadi ciri khas yang membalut suasana upacara pengibaran Bendera Merah Putih di pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami.
Upacara berlangsung khidmat. Nuansa religius kawasan masjid berpadu dengan simbol-simbol nasionalisme dalam peringatan kemerdekaan.
Ketua Dewan Pengawas Masjid Al-Markaz Al-Islami, HM Room, bertindak sebagai pemimpin upacara. Sejumlah pengurus Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami turut hadir, di antaranya Ketua Umum YIC Al-Markaz Al-Islami Prof Hamid Awaluddin, Sekretaris Jenderal Arman Arfah, dan Ketua Harian Prof Mustari Mustafa.
Berbeda dari upacara pada umumnya, pengerek Bendera Merah Putih kali ini dipercayakan kepada santri Pondok Tahfidz Al-Markaz. Para santri menjalankan tugas tersebut di hadapan peserta dengan tertib hingga bendera Merah Putih berkibar di halaman masjid.
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Proklamasi, dan Pembukaan UUD 1945. Upacara kemudian ditutup dengan doa dan lagu-lagu nasional.
Usai upacara, peserta berkumpul dan menyantap hidangan yang telah disiapkan di kawasan masjid.
HM Room mengatakan, upacara HUT Kemerdekaan RI di kawasan Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari cara pengurus dan jamaah masjid memperingati kemerdekaan sekaligus mengenang jasa para pahlawan.
“Kegiatan upacara ini dilakukan setiap tahun di area masjid sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan kita,” ujar HM Room.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar dan para pengunjung masjid yang turut mengikuti upacara. Termasuk warga yang sedang berolahraga di kawasan masjid dan memilih menghentikan aktivitasnya sejenak untuk mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan.
“Terima kasih kepada masyarakat sekitar Masjid Al-Markaz dan juga para pengunjung yang sedang berolahraga, yang mau sejenak menghentikan segala aktivitasnya untuk sama-sama menikmati hari kemerdekaan ini,” katanya.
HM Room menilai peringatan kemerdekaan juga harus diikuti dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan keasrian kawasan Masjid Al-Markaz Al-Islami.
“Saya pikir Masjid Al-Markaz ini merupakan masjid terluas dan termegah di Kota Makassar. Maka saya mengajak kita semua untuk bersama-sama menjaga keasriannya,” pungkasnya.
Upacara HUT ke-81 RI di Masjid Al-Markaz Al-Islami menjadi bagian dari tradisi tahunan yang terus dipertahankan. Sarung dan peci yang dikenakan peserta, keterlibatan para santri sebagai pengerek bendera, serta pelaksanaan upacara di lingkungan masjid menghadirkan potret peringatan kemerdekaan yang lekat dengan identitas keislaman masyarakat Makassar.
Di tempat ini, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni pengibaran bendera, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan dan merawat semangat kebangsaan melalui kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan.(*)



