Zulhas Pastikan Koperasi Merah putih Mulai Beroperasi September, Sulsel Dukung Implementasi
MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id– Pemerintah terus mempercepat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai infrastruktur pemerintah untuk memperkuat pelayanan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Tahun ini, pemerintah menargetkan 35 ribu koperasi mulai beroperasi secara bertahap, dengan operasional perdana direncanakan dimulai pada September 2026.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8/2026).
Zulkifli Hasan menegaskan Koperasi Merah Putih bukanlah supermarket maupun pesaing warung rakyat, melainkan infrastruktur pemerintah yang akan menjadi pusat penyaluran berbagai subsidi dan bantuan kepada masyarakat.
“Koperasi ini bukan supermarket. Koperasi ini adalah infrastruktur pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai program pemerintah seperti pupuk bersubsidi, Kredit Usaha Rakyat (KUR), LPG bersubsidi, bantuan pangan, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pertanian hingga sektor perikanan ke depan akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih. Sistem tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran melalui mekanisme by name by address.
Selain menjadi pusat distribusi bantuan, koperasi juga diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja di desa, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus melindungi petani dan nelayan saat harga hasil panen maupun hasil tangkapan turun. Khusus koperasi nelayan, pemerintah akan melengkapi fasilitas seperti cold storage dan pabrik es agar hasil tangkapan dapat disimpan sebelum dipasarkan.
Zulkifli juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang menyebut Koperasi Merah Putih akan mematikan warung kelontong. Menurutnya, isu tersebut merupakan hoaks karena koperasi justru membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produknya lebih luas.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyambut baik pelaksanaan Seminar Nasional KDKMP di Makassar. Ia mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat yang memilih Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.
“Kami menyambut dengan baik dan siap mendengar arahan-arahan dari Pak Menko dan Pak Menteri Desa terkait proyeksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ke depan,” ujar Andi Sudirman.
Menurutnya, keberadaan Koperasi Merah Putih harus mampu mengoptimalkan berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya penyaluran berbagai subsidi dan bantuan.
Ia juga berharap seminar nasional tersebut mampu memberikan pemahaman yang sama kepada pemerintah desa dan masyarakat sehingga tidak lagi muncul simpang siur informasi mengenai program Koperasi Merah Putih.
“Yang terpenting bagaimana potensi program pemerintah yang sifatnya subsidi dan menguntungkan masyarakat dapat disalurkan melalui koperasi desa dan kelurahan. Kami berharap setelah seminar ini tidak ada lagi informasi yang simpang siur terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” katanya.
Pemerintah menargetkan pembangunan 35 ribu Koperasi Merah Putih rampung tahun ini dan terus bertambah secara bertahap pada tahun depan. Operasional koperasi direncanakan dimulai pada September 2026 dengan dukungan pemerintah sebagai langkah memperkuat pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. (RB)



