Banner

BPOM dan Unhas Percepat Hilirisasi Riset, 15 Produk Resmi Berizin Edar

 BPOM dan Unhas Percepat Hilirisasi Riset, 15 Produk Resmi Berizin Edar
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id – Kolaborasi antara Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar dan Universitas Hasanuddin (Unhas) membuahkan hasil nyata.

Sebanyak 15 Nomor Izin Edar (NIE) BPOM berhasil diterbitkan untuk berbagai produk pangan olahan hasil riset dan pengembangan, menjadi langkah penting dalam mempercepat hilirisasi inovasi menuju industri.

Pencapaian tersebut merupakan implementasi konsep kolaborasi Academia–Business–Government (ABG) yang diinisiasi Kepala BPOM RI, Prof.  Taruna Ikrar, M.Biomed. Melalui pendekatan ini, BPOM tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis yang mendampingi proses transformasi hasil penelitian menjadi produk siap dipasarkan.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan keberhasilan tersebut lahir dari pendampingan intensif yang dilakukan melalui Tim Percepatan Hilirisasi Riset Unhas-BBPOM di Makassar.

Pendampingan mencakup konsultasi regulatori, evaluasi sarana produksi, penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), penyusunan dokumen registrasi, hingga proses penerbitan izin edar BPOM.

“Melalui kolaborasi ini, inovasi yang lahir dari laboratorium tidak berhenti sebagai hasil penelitian, tetapi memiliki peluang untuk diproduksi dalam skala industri dengan tetap memenuhi aspek keamanan, mutu, dan manfaat,” ujar Yosef.

Selain menghasilkan 15 Nomor Izin Edar, kerja sama tersebut juga melahirkan delapan Sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP-CPPOB) yang selanjutnya akan diproses menjadi Nomor Izin Edar BPOM.

Produk yang telah memperoleh izin edar meliputi minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), gula aren, brownies, produk berbahan rumput laut, roti, bawang goreng, sambal, hingga berbagai produk inovatif lainnya.

Keberhasilan itu diumumkan dalam kegiatan Akselerasi Kolaborasi ABG Badan POM dan Universitas Hasanuddin bertema “Wujudkan Kemandirian Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan yang Berdaya Saing Melalui Hilirisasi Hasil Riset” pada 11 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM RI menyerahkan langsung sertifikat izin edar kepada Rektor Unhas dan para pelaku usaha.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyebut penerbitan izin edar menjadi tonggak penting dalam perjalanan hilirisasi hasil riset di lingkungan kampus.

Menurutnya, tantangan terbesar selama ini bukan menghasilkan penelitian, melainkan memastikan inovasi memenuhi seluruh persyaratan regulasi agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Tahun ini kami menargetkan sekitar 200 produk inovasi lainnya menyusul memperoleh izin edar BPOM. Riset harus memberi manfaat nyata, tidak berhenti pada publikasi ilmiah atau paten semata,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menegaskan BPOM berkomitmen menjadi akselerator inovasi nasional dengan memberikan pendampingan regulatori agar produk hasil penelitian memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

“Penerbitan 15 izin edar ini membuktikan bahwa sinergi antara regulator, perguruan tinggi, dan dunia usaha mampu mempercepat hilirisasi riset sekaligus memperkuat kemandirian sediaan farmasi dan pangan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPOM akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi nasional yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Yosef Dwi Irwan berharap keberhasilan kolaborasi dengan Unhas dapat menjadi model yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi lainnya sehingga semakin banyak hasil riset anak bangsa yang mampu berkembang menjadi produk legal, aman, bermutu, dan memiliki daya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional. (*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *