Banner

Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Makassar Siapkan Distribusi Air Bersih di Enam Kecamatan

 Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Makassar Siapkan Distribusi Air Bersih di Enam Kecamatan
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz.co.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus mematangkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.

Saat ini, BPBD telah menyelesaikan asesmen awal dan akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menentukan status penanganan yang akan diberlakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan penetapan status akan menjadi dasar pemerintah dalam melakukan berbagai intervensi, termasuk penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.

“Semua tahapan sudah kami lalui mulai dari asesmen. Selanjutnya akan dilakukan rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder untuk menetapkan status yang akan diambil dalam mengantisipasi kekeringan tahun ini,” kata Fadli.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil asesmen sementara, terdapat potensi sekitar 50 ribu jiwa di enam kecamatan yang berisiko mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Namun demikian, angka tersebut masih berupa potensi karena pelayanan air bersih dari PDAM masih terus berjalan secara optimal.

“Ini masih potensi. Saat ini PDAM masih sangat intensif memberikan pelayanan. Tetapi berdasarkan informasi BMKG, apabila kekeringan panjang terus berlangsung, debit air diperkirakan akan menurun sehingga potensi tersebut bisa menjadi dampak nyata,” ujarnya.

Jika status tanggap darurat ditetapkan, BPBD akan menyalurkan bantuan air bersih melalui dua skema, yakni distribusi langsung menggunakan mobil tangki dan pengisian tandon air yang ditempatkan di titik-titik rawan kekeringan.

Prioritas penyaluran akan diberikan kepada wilayah yang mengalami kekeringan air tanah serta masyarakat yang tidak terjangkau jaringan air bersih.

“Saat ini kami mengutamakan daerah yang mengalami kekeringan air tanah. Penyaluran dilakukan langsung maupun melalui tandon yang ditempatkan di lokasi yang membutuhkan,” jelasnya.

Saat ini BPBD memiliki 57 unit tandon air yang siap digunakan. Sebelumnya jumlah tandon mencapai sekitar 100 unit, namun sebagian telah didistribusikan ke sejumlah lokasi prioritas.

Menurut Fadli, apabila kondisi kekeringan semakin meluas dan status tanggap darurat ditetapkan, BPBD akan mengusulkan penambahan tandon melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Selain memanfaatkan dana BTT, penanganan juga akan melibatkan dukungan pemerintah pusat dan berbagai lembaga, seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Basarnas, PDAM, Damkar, serta instansi terkait lainnya.

“Nanti setelah status ditetapkan oleh pemerintah, seluruh stakeholder akan bergerak sesuai rencana operasi yang disepakati bersama,” tuturnya.

Komitmen tersebut ditegaskan Fadli  dalam kegiatan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana yang digelar di kawasan Tugu MNEK, Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Selasa (14/7).

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Kota Makassar.

Rapat koordinasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana operasi penanganan kekeringan, termasuk menentukan jumlah kebutuhan air bersih, wilayah prioritas, hingga bentuk intervensi yang akan dilakukan selama musim kemarau. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *