Perkuat Moderasi Beragama, ICATT dan FKUB Gowa Gelar Kampanye Anti IRET
Gowa,Radioalmarkaz.co.id – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (12/7/2026), tak hanya diwarnai aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.
Ruang publik tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk mengampanyekan pentingnya menjaga toleransi serta mencegah penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).
Kegiatan ini digagas Dewan Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Gowa dengan mengusung tema “Merawat Harmoni, Memperkuat Persatuan”.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat diajak berdialog mengenai pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. Edukasi juga dilakukan melalui pembagian materi informasi serta ajakan membangun budaya damai, termasuk menggunakan media sosial secara bijak agar tidak menjadi ruang penyebaran paham yang mengarah pada intoleransi maupun kekerasan.
Ketua Umum DPP ICATT, Mallingkai Ilyas, mengatakan ruang publik seperti CFD dinilai efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan karena mampu menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan.
Menurutnya, penguatan literasi mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki daya tangkal terhadap berbagai paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, memperkuat toleransi, moderasi beragama, dan semangat persaudaraan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kampanye tersebut juga diarahkan untuk mendorong generasi muda menjadi pelopor perdamaian sekaligus memperkuat ketahanan sosial melalui kolaborasi lintas agama, komunitas, dan berbagai sektor.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Gowa, H. Ahmad Muhajir AF, menilai edukasi publik menjadi langkah penting dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai bahaya IRET harus terus diperluas agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat memecah belah bangsa.
Ia menegaskan keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan. Panit 2 Subdit 3 Dit Intelkam Polda Sulsel, Kaharuddin Kagas, menyebut pendekatan edukatif di ruang publik merupakan bagian dari upaya pencegahan dini terhadap berkembangnya paham radikalisme dan ekstremisme.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme sehingga kesadaran masyarakat terus meningkat,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah pengunjung CFD mengikuti dialog dan menerima materi edukasi yang dibagikan panitia.
Salah seorang warga Gowa, Rahmat, berharap kampanye serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghargai perbedaan.
Melalui kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat, kampanye ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta memperkokoh persatuan bangsa di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. (*)



