Banner

Perkuat Perlindungan Konsumen, BBPOM Makassar Reakreditasi ISO 17025:2017

 Perkuat Perlindungan Konsumen, BBPOM Makassar Reakreditasi ISO 17025:2017
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioal.arkaz.co.id– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menjalani proses reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 selama dua hari, 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan laboratorium tetap memenuhi standar mutu nasional dan internasional dalam mendukung pengawasan obat dan makanan.

Proses reakreditasi dilakukan oleh tim asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang dipimpin Tri Pratiwi selaku Asesor Kepala, didampingi Ani Suwitaningsih, Effi Setiawati, Anissa Tiana Sheilayanti, dan Herawati. Tim melakukan asesmen terhadap sistem manajemen mutu serta kompetensi teknis laboratorium melalui serangkaian evaluasi dan witness pengujian.

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengatakan reakreditasi bukan sekadar upaya mempertahankan status akreditasi, melainkan momentum penting untuk memperoleh penilaian yang objektif dan independen terhadap seluruh aspek pengelolaan laboratorium.

“Kehadiran Tim Asesor KAN merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk mendapatkan masukan dan penilaian yang objektif terhadap sistem manajemen mutu maupun kompetensi teknis laboratorium yang telah kami jalankan,” ujar Yosef dalam sambutannya.

Menurutnya, penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 memiliki peran krusial karena menjadi dasar yang menjamin validitas ilmiah, ketertelusuran, ketidakberpihakan, dan keandalan hasil pengujian laboratorium.

Ia menegaskan bahwa laboratorium merupakan tulang punggung pengawasan BPOM. Setiap keputusan yang diambil dalam pengawasan obat dan makanan harus didukung oleh data hasil pengujian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebagai otoritas pengawas, keputusan yang kami ambil harus didukung oleh data hasil pengujian yang valid dan terpercaya. Oleh karena itu, penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 secara konsisten merupakan suatu keniscayaan,” tegasnya.

Yosef juga mengajak seluruh personel laboratorium menjadikan proses asesmen sebagai bagian dari budaya perbaikan berkelanjutan atau continuous improvement.

Setiap masukan dan temuan selama proses asesmen diharapkan menjadi peluang untuk memperkuat sistem, meningkatkan efektivitas kerja, serta memperkokoh budaya mutu di lingkungan laboratorium.

Menurut dia, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan publik menuntut laboratorium BPOM untuk terus beradaptasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemeliharaan sarana dan prasarana, penerapan metode pengujian yang valid, serta pengelolaan risiko yang efektif.

Selain itu, Yosef menekankan pentingnya keterbukaan dan profesionalisme seluruh jajaran selama proses asesmen berlangsung. Seluruh personel diminta memberikan data dan informasi secara transparan serta menjadikan asesmen sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran bersama.

“Budaya mutu tidak dibangun hanya saat asesmen berlangsung, tetapi diwujudkan setiap hari melalui disiplin, kompetensi, integritas, dan komitmen seluruh personel laboratorium,” katanya.

Melalui proses reakreditasi ini, BBPOM di Makassar berharap dapat semakin memperkuat sistem manajemen mutu dan kompetensi laboratorium sehingga mampu menghasilkan data pengujian yang akurat, andal, dan terpercaya. Hasil asesmen juga diharapkan memberikan rekomendasi konstruktif untuk peningkatan kualitas laboratorium secara berkelanjutan.

Reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 tersebut menjadi bagian dari komitmen BBPOM di Makassar dalam menjaga standar mutu laboratorium sekaligus mendukung pengawasan obat dan makanan yang efektif guna melindungi kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.(*)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *