1 Jemaah Batal Berangkat karena Cacar Air, Ini Kondisi 393 Jemaah Kloter 18 Asal Wajo!
Makassar, Radioalmarkaz.co.id– Sebanyak 393 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 18 dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci. Jumlah tersebut terdiri dari 388 jemaah, dengan rincian 387 orang asal Kabupaten Wajo dan satu orang dari Toraja Utara, serta lima orang petugas kloter.
Saat ditemui di Asramq Haji Sudiang, Ketua Kloter 18, Sabtu (2/05) Musawwir, menjelaskan bahwa petugas yang mendampingi jemaah terdiri dari berbagai unsur, mulai dari pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, hingga petugas administrasi daerah.
“Petugas ada lima orang, terdiri dari pembimbing, dokter satu orang, perawat dua orang, serta satu petugas lainnya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, secara umum kondisi jemaah saat ini dalam keadaan sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah, pergerakan jemaah lancar. Saya lihat semuanya sehat wal afiat. Mungkin karena masih semangat, kami harap semangat ini terus terjaga sampai di Tanah Suci,” jelasnya.
Dari total jemaah, tercatat sekitar 120 orang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia). Meski demikian, kondisi mereka dinilai tetap prima dan siap berangkat.
“Sampai saat ini semuanya masih semangat dan sehat,” tambahnya.
Namun demikian, terdapat satu jemaah yang batal berangkat karena terindikasi terinfeksi cacar air. Keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan jemaah lain, mengingat penyakit tersebut bersifat menular.
“Ada satu jemaah yang batal berangkat karena cacar air. Setelah dikonfirmasi dengan petugas kesehatan, dinyatakan tidak layak berangkat demi keamanan jemaah lainnya,” ungkapnya.
Sebagai pengganti, jemaah lain dari antrean kloter yang sama langsung ditunjuk, sehingga jumlah jemaah tetap tidak berubah.
Terkait pelayanan di Asrama Haji Makassar, Musawwir menyampaikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik, mulai dari pembagian gelang identitas hingga kartu jemaah.
Meski terdapat beberapa jemaah yang belum menerima kartu, ia memastikan hal tersebut akan diselesaikan setibanya di Madinah.
“Secara umum pelayanan berjalan lancar dan jemaah dilayani dengan sangat baik,” tutupnya. (RB)



