Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Haji Kloter 5 Makassar Wafat di Madinah
Makassar,Radioal.arkaz.co.id – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dilaporkan wafat di Madinah pada Ahad, 26 April 2026, waktu setempat.
Jemaah tersebut bernama Nursidah Sinrang Sijarra (59), perempuan, yang tergabung dalam Kloter 5 UPG Embarkasi Makassar. Almarhumah meninggal dunia sekitar pukul 16.40 waktu Arab Saudi di rumah sakit Madinah.
Berdasarkan keterangan resmi, penyebab kematian adalah septic shock yang dipicu oleh infeksi berat (sepsis) dan pneumonia, serta diperberat oleh riwayat penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yang diderita almarhumah.
Keterangan ketua Kloter 5 UPG, Muh. Saldy, yang kami kutip melalui Pihak Kemenhaj Sulsel Mawardy Siradj Senin (27/04 menyampaikan bahwa almarhumah telah mendapatkan perawatan medis sejak di tanah air hingga di Tanah Suci.
“Petugas kesehatan sudah berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik. Namun takdir berkata lain, almarhumah wafat dan dimakamkan di Tanah Suci,” ujarnya.
Jenazah almarhumah telah dishalatkan di Raudhah, Masjid Nabawi, usai salat subuh. Selanjutnya dimakamkan di Pemakaman Baqi sekitar pukul 05.30 waktu setempat.
Diketahui, almarhumah berangkat ke Tanah Suci bersama keponakannya dan meninggalkan dua orang putra yang telah dewasa. Ia juga menjadi jemaah pertama dari Embarkasi Makassar yang wafat pada musim haji tahun ini.
Ketua kloter menyebut kepergian almarhumah menjadi ujian bagi seluruh jemaah dan petugas Kloter 5 UPG.
“Kami merasa kehilangan, ini ujian pertama bagi kami. Namun kami ikhlas, dan pihak keluarga juga telah mengikhlaskan kepergian almarhumah. Insya Allah kami akan melaksanakan salat gaib dan terus berikhtiar mendampingi seluruh jemaah agar dapat menunaikan ibadah dengan lancar,” tambahnya.
Di tanah air, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bakry, terlihat hadir di rumah duka yang berlokasi di Perumahan Minasa Indah, Kelurahan Manggarupi, Kecamatan Somba Opu, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Almarhumah dikenal sebagai sosok yang sabar dan baik kepada sesama. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta jemaah satu kloter.
PPIH memastikan seluruh hak jemaah yang wafat tetap dipenuhi, sekaligus terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jemaah lainnya selama pelaksanaan ibadah haji berlangsung. (RB)



