Sulsel Gelar HLM TPID–TP2DD, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Natal dan Tahun Baru
Makassar, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia (BI) menggelar High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD di Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rabu (3/12), sebagai langkah strategis menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pertemuan dipimpin Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, dan dihadiri Kepala Perwakilan BI Sulsel, Sekda Sulsel, Forkopimda, serta kepala daerah se-Sulsel.
Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, menjelaskan bahwa Sulsel mencatat deflasi 0,07% (mtm) pada November 2025. Meski demikian, beberapa komoditas diprediksi naik jelang libur Nataru, seperti cabai rawit, bawang merah, beras, telur ayam ras, dan angkutan udara.
Wagub Fatmawati menekankan langkah percepatan stabilisasi harga. Beberapa arahan strategis yang disampaikan di antaranya urban farming, optimalisasi cold storage, gelar pangan murah, antisipasi cuaca ekstrem, serta pemanfaatan BTT untuk biaya distribusi komoditas.
Dalam kesempatan tersebut, BI juga mengungkapkan capaian Sulsel yang kembali meraih Juara Championship TP2DD Wilayah Sulawesi untuk keempat kalinya. Meski begitu, tantangan digitalisasi masih muncul seperti jaringan internet yang belum merata, masih adanya transaksi tunai, serta rendahnya penggunaan KKI dan KKPD di OPD.
Wagub menegaskan bahwa digitalisasi adalah kebutuhan mendesak. Ia meminta setiap daerah menyusun Roadmap ETPD 2026–2029, memperluas kanal pembayaran digital, dan memastikan ASN menjadi penggerak utama digitalisasi.
Melalui sinergi TPID dan TP2DD, Pemerintah Provinsi Sulsel optimistis dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat transformasi digital ekonomi daerah menjelang Natal, Tahun Baru, dan tahun 2026.(*)
——————-
Wagub Fatmawati Tekankan Digitalisasi dan Stabilitas Harga pada HLM TPID–TP2DD Sulsel
Makassar ; Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD di Kantor Perwakilan BI Sulsel, Rabu (3/12). Pertemuan ini menjadi forum koordinasi penting antara Pemprov, Bank Indonesia, serta pemda kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, memaparkan bahwa inflasi Sulsel berada pada level aman, yakni 2,34% (ytd) hingga November 2025. Namun, komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, beras, telur, dan angkutan udara diperkirakan tetap berpotensi naik jelang Nataru.
Wakil Gubernur Sulsel, Hj. Fatmawati Rusdi, meminta daerah segera mengantisipasi potensi tekanan harga. Ia menekankan pentingnya memperkuat produksi melalui urban farming, mengoptimalkan cold storage dan pabrik es mini, meningkatkan gelar pangan murah, serta menjaga distribusi menghadapi risiko banjir dan cuaca ekstrem.
Di sisi digitalisasi, Sulsel berhasil mempertahankan gelar Juara TP2DD Wilayah Sulawesi selama empat tahun berturut-turut. Namun tantangan tetap ada, termasuk pemungutan retribusi tunai, jaringan internet yang belum merata, serta rendahnya pemanfaatan transaksi digital di OPD.
Wagub Fatmawati menegaskan bahwa digitalisasi adalah keharusan, bukan pilihan. Ia meminta daerah mempercepat penyusunan Roadmap ETPD 2026–2029, meningkatkan penggunaan QRIS dan mobile banking oleh ASN, serta memperluas implementasi KKI dan KKPD.
Pertemuan ini diharapkan memperkuat sinergi lintas lembaga, sehingga Sulsel mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mempercepat transformasi digital ekonomi daerah menjelang 2026.(*)



