Banner

Distribusi Uang di Sulsel Dipantau Hingga ke Daerah Terpencil

 Distribusi Uang di Sulsel Dipantau Hingga ke Daerah Terpencil
Banner
Banner

Makassar, RADIOALMARKAZ.CO.ID –  Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Bank Indonesia (BI) memastikan kesiapan layanan transaksi tunai maupun non-tunai di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Rizki Satria Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kenaikan aktivitas belanja yang biasanya terjadi di akhir tahun telah diantisipasi sejak dini bersama perbankan.

“Biasanya transaksi spending naik, baik tunai maupun non-tunai. Alhamdulillah teman-teman bank sudah prediksi, dan kita juga sudah siapkan. Jadi, insya Allah transaksi Natal tahun ini berjalan lancar,” ujar Ricky.

Untuk memastikan ketersediaan uang layak edar, BI menyiapkan berbagai langkah distribusi, terutama di Makassar sebagai pusat ekonomi terbesar di Sulsel.

Lanjut Ricky, pasokan uang juga diperkuat melalui kas titipan di Bulukumba, Palopo, Parepare, dan Malili.

Distribusi uang bahkan dilakukan ke pulau-pulau dan wilayah yang akses transportasinya sulit. Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Kecamatan Sekur, yang dikenal memiliki tarif ojek online termahal di Indonesia mencapai Rp1,5 juta sekali perjalanan.

BI berencana memperluas layanan tukar uang reguler ke wilayah timur, barat, hingga selatan Sulsel pada tahun depan, Kata Ricky saat menggelar Bincang Bareng Media di Café Good Fields, Jalan Botolempangan Makassar, pada Senin (17/11/2025).

Bank Indonesia juga menyoroti penanganan uang palsu. Bulan lalu, BI bersama aparat penegak hukum memusnahkan barang bukti uang palsu yang selama lima tahun belum dimusnahkan.

“Ini menjadi pemusnahan kedua terbesar di Indonesia, setelah kasus besar pemalsuan uang di Gowa yang melibatkan 15 pelaku, ujarnya.

Sejak kasus Gowa mencuat, BI melakukan edukasi masif di pasar-pasar tradisional Makassar dan Gowa. Hasilnya, laporan terkait uang palsu turun signifikan hingga 2.700 kasus bulan lalu.

Untuk meningkatkan literasi, BI menjalankan program edukasi 3D & 5G mengenai cara mengenali keaslian uang.

Edukasi dilakukan bekerja sama dengan agen-agen bank, melatih 2.960 guru di 24 kabupaten/kota, hingga menggelar 436 kegiatan offline untuk sekitar 200 ribu peserta, serta 850 konten online dengan engagement mencapai 300 juta.

Lanjut, BI juga melaporkan aktivitas penukaran valuta asing di money changer atau KUPVA. Sulsel memiliki 4 penyelenggara dengan 21 cabang, dengan Haji Latun Rumi sebagai yang terbesar. Valuta asing yang paling banyak dibeli masyarakat masih didominasi Dolar AS, disusul Dolar Singapura, tutur Ricky.

Meski demikian, transaksi keseluruhan menurun seiring perlambatan ekonomi dan tidak adanya musim haji pada kuartal ini.

Di sisi non-tunai, transaksi digital terus menunjukkan tren positif. “Secara overall QRIS tetap tumbuh,” ujar BI. Pihaknya berharap stabilitas sistem pembayaran dapat terus terjaga hingga akhir tahun, tutup Ricky (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *