Banner

Konjen Australia Todd Dias Kagum dengan Fasilitas dan Komitmen Sosial Masjid Al-Markaz Al-Islami

 Konjen Australia Todd Dias Kagum dengan Fasilitas dan Komitmen Sosial Masjid Al-Markaz Al-Islami
Banner
Banner

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, melakukan kunjungan ke Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar pada Kamis, 13 Maret 2025.

 

Kunjungan ini diterima dengan hangat oleh Ketua Umum Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, Prof. Hamid Awaluddin, Ketua Harian YIC Al-Markaz Al-Islami, Prof. Mustari Mustafa, Sekretaris Umum YIC Al-Markaz Al-Islami Arman Arfah, Imam Masjid Al-Markaz Prof. Muammar Bakry, serta Ketua Panitia Amaliah Ramadhan 1446 H/2025 M Masjid Al Markaz Al Islami, Farouk M Betta.

 

Setibanya di masjid, Dias pertama-tama diajak untuk melihat area masjid dari depan. Prof. Mustari kemudian menjelaskan berbagai fasilitas yang ada, termasuk lembaga pendidikan, perpustakaan, aula, taman, dan berbagai fasilitas lainnya yang melengkapi kompleks masjid.

 

Kunjungan ke perpustakaan menjadi momen yang mengejutkan bagi Dias. Ia takjub melihat besarnya perpustakaan yang ada, serta koleksi buku yang sangat banyak, bahkan mencapai ribuan.

 

Dias sempat bertanya apakah seluruh koleksi buku tersebut berfokus pada Islam, dan terkejut mengetahui bahwa koleksinya mencakup banyak topik selain Islam.

 

Ia juga tercengang dengan adanya Bank Indonesia (BI) Corner dan Pojok Baca Digital (Pocadi) di dalam perpustakaan. Dias mengungkapkan kekagumannya dan menyatakan bahwa Al-Markaz Al-Islami benar-benar menunjukkan komitmen untuk menjadi lembaga keagamaan yang terbuka dan mendukung berbagai aktivitas sosial. Ia juga berencana untuk menyumbangkan buku sebagai bentuk kontribusinya.

 

“Dia lihat fasilitas perpustakaan ada BI Corner, Pocadi, dia kaget dan mengatakan bahwa berarti memang ini Al-Markaz betul-betul lembaga keagamaan yang betul-betul sangat terbuka dengan segala aktivitas sosial, dia berencana akan menyumbang buku,” ungkap Prof. Mustari.

 

Setelah ke perpustakaan kita bawa lagi ke Taman Kanak-kanak (TK) dia juga sempat dialog menanyakan tentang TK ini sudah berdiri 2 tahun sejak masjid ini ada yang sekarang akreditasi A.

 

“Selanjutnya, Dias diajak berkeliling dan mengunjungi Taman Kanak-Kanak (TK) Al-Markaz yang telah beroperasi selama dua tahun dan kini meraih akreditasi A. Dalam pertemuan ini, Dias terlibat dalam dialog mengenai perkembangan lembaga pendidikan tersebut,” sebutnya.

 

Tidak hanya itu, Dias juga mengunjungi unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di kompleks masjid. Hal ini membuka pandangannya bahwa masjid Al-Markaz tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah yang aktif.

 

“Kita juga bawa ke UMKM di Masjid Al-Markaz Al-Islami, jadi mungkin pandangan dia itu berubah bahwa masjid itu bukan sekedar tempat ibadah, tapi ada kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah,” imbuhnya.

 

Dias juga sangat terkesan dengan desain arsitektur Masjid Al-Markaz, terutama pada bagian lantai dua yang digunakan untuk tempat ibadah. Masjid ini unik karena tidak memiliki tiang penyangga di lantai tersebut, memberikan kesan luas dan terbuka.

 

“Dia juga takjub dengan design arsitektur Masjid, yang tidak memiliki tiang di lantai 2 yang merupakan tempat sholat atau ibadah,” kata Prof. Mustari

 

“Banyak kesannya, artinya sebagai pejabat negara asing yang memang bertugas di negara kita tentu kita punya kebahagiaan tersendiri memberi informasi kepada mereka, karena Makassar ini identik dengan pantai Losari, identik dengan Al-Markaz ini, identik dengan katakanlah Bantimurung tadi dia dapat banyak wawasanlah,” tutup Prof. Mustari.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *