Posisi Kelima di Indonesia, Sulsel Darurat Narkoba
MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi BNNP Sulawesi Selatan (Sulsel) Brigjen Pol. Budi Sajidin menyatakan, Sulsel darurat narkoba dan berada di urutan kelima di Indonesia.
Budi menyampaikan selama tahun 2021 hingga 2024, terdapat peningkatan secara kuantitas dan juga penindakan.
Budi mengatakan dari data BNN RI pada tahun 2023, Provinsi Sulawesi Selatan menempati urutan kelima penyalahgunaan kasus narkotika terbanyak di Indonesia dengan jumlah tersangka 3.578 orang.
“Tersangka kita ada 3.500-an kita berada di posisi kelima se-indonesia saat ini sehingga kita darurat peredaran narkoba di wilayah Sulsel,” ungkap Budi,
beberapa waktu lalu.
Menurut Budi, data dari BNN RI tersebut menunjukkan, Sulsel masih dalam status darurat narkoba dan menjadi tujuan bagi para bandar Narkoba.
“Jadi barang ini masuk ada yang lewat laut, lewat Pare-Pare terus ke Sidrap dan Pinrang, sehingga menyebarlah ke Sulawesi Selatan, ada yang ganja lewat paket dari Sumatera Utara Kota Medan dipesan oleh orang sini,” imbuhya.
“Kemudian barang itu datang karena ketahuan ada informasi dari pihak pengirim sehingga kita ikutin dan kita tangkap itu pun tidak gampang menangkapnya kita ikuti amati siapa yang pesan setelah ditangkap betul nggak atau hanya kurir kalau dia mengakui betul yang pesan ya kita proses kalau dia kurir kita kembangkan,” pungkasnya.
Banyak dari Medan bahkan barang buktinya bisa berkilo-kilo bulan lalu sudah pernah kita musnahkan juga orang bukti.
Berdasarkan seluruh kasus narkotika, BNNP Sulsel telah menyita barang bukti sebesar 1.120,53 gram, sabu 29.805,79 gram, ganja 460 butir, mefedron 325.275 gram, tembakau sintesis dan cookies ganja 215.47 gram.
“Ada peningkatan kasus jadi dari tahun 2021 sampai tahun ini terjadi peningkatan penindakan begitu juga dengan jumlah rehabilitasi, begitu juga dengan pemakai juga meningkat,” bebernya.
Brigjen Pol Budi Sajidin berharap dukungan semua komponen masyarakat, agar bisa membantu BNNP Sulsel dalam menangani permasalahan peredaran narkoba di Sulsel.
Budi menginginkan Sulsel bisa terbebas dari pasar gelap dan penyalahgunaan narkoba.
“Untuk itu saya berharap dan menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama membantu dan memberantas narkoba ini di Sulawesi Selatan Kita ingin menjadikan Sulawesi Selatan bersinar bersih dari narkoba,” jelasnya.



