RPJPD 2025-2045 Pemprov Sulsel, Fokus di Sektor Pertanian

MAKASSAR, RADIOALMARKAZ.CO.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 berfokus kepada sektor pertanian.
Menurunnya produksi pangan saat El-Nino, menjadi alasan utama sebab Sulsel menjadi wilayah lumbung pangan nasional.
Sulsel diharapkan tetap menjadi wilayah yang memiliki ketahanan pangan yang tangguh dan jangka panjang.
Saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Penjabat (Pj) Sekda Sulsel, Andi Muhammad Arsjad mengatakan, selain beras Pemprov Sulsel telah merumuskan komoditi yang bisa menopang persoalan pangan, misalnya budidaya pisang.
“Isu-isu strategis 5,10,15, 20 tahun ke depan. Ini membutuhkan analisa dan kajian sehingga dalam tahapan itu dituntut melakukan proses diantaranya konsultasi publik. Itu ruang untuk mendapatkan masukan dari semua elemen terkait dokumen rancangan ini apakah sudah cukup baik dari seluruh sudut pandang aspek,” kata Arsjad di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat ( 29/12/2023).
Perkembangan perekonomian masyarakat dalam 20 tahun terakhir harus dibahas secara matang, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimasa yang akan datang, baik pertumbuhan ekonomi, pertambangan hingga pertanian, pun pada aspek kelestarian lingkungan.
Apalagi jika dihubungkan dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan berpotensi menjadi daerah tumpuan. Mulai dari pangan, industri, hingga transportasi.
Oleh karena itu, kata Arsjad, perlu memikirkan komoditi lain yang bisa menopang persoalan pangan, misalnya budidaya pisang. Dengan itu, pembangunan pelabuhan logistik juga akan digarap untuk memastikan distribusi pertanian di Sulsel bisa menjangkau IKN.
Selanjutnya, isu sentral yang bakal termuat dalam RPJPD ialah pertambangan. Ia mengakui potensi pertambangan di Sulsel tinggi. Namun, pemerintah harus melihat bukan hanya dari sisi pendapatan, melainkan ketahanan lingkungan dan kebencanaan.
“Kajian lingkungan strategis kita menunjukkan bahwa daya dukung lingkungan mengalami penurunan ditandai dengan bencana alam yang sering terjadi, dampaknya juga cukup lama,” kata Arsjad.
“Misalnya ketika banjir genangannya semakin lama dan meluas, ini kita harus memikirkan di hulu, menjaga konsep ketahanan lingkungan kita, konservasi di daerah hulu, hingga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan,” tandasnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, RPJPD ini akan menentukan kemajuan Sulsel sehingga harus direncanakan dengan baik. Dan ini akan menjadi acuan bagi para gubernur yang nantinya akan memimpin Sulawesi Selatan melalui visi misinya.
“Ini harus jauh lebih baik karena patron kita, kiblat kita ke depan yang akan menentukan Sulawesi Selatan seperti apa. Ini dasarnya semua calon gubernur dalam menyusun visi misi dan ini akan menjadi referensi calon gubernur. Ini bukan dokumen yang mudah, mungkin secara prosedur sudah kita lakukan tapi substansi datanya harus dicermati dengan baik apa yang menjadi masalah kita,” ujarnya.



