7 orang di Sulsel Meninggal Akibat Rabies

MAKASSAR, RAZFM – Berdasarkan data dari Kementerian kesehatan sebanyak tujuh orang di Sulsel meninggal dunia akibat penyakit Rabies.
Tujuh orang tersebut berasal dari kabupaten Gowa (1), Sinjai (1), Soppeng (2), Toraja Utara (3). Dari tujuh kasus kematian tersebut terjadi ditahun 2023 Januari hingga Mei yang didapatkan dari gigitan anjing.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau (Kabid P2P) Sulsel Ardadi menjelaskan, jika masyarakat tergigit dari anjing terindikasi rabies maka penanganan awalnya ialah mencuci area terkena gigitan dengan air mengalir menggunakan sabun, lalu sesegera mungkin ke puskesmas untuk penanganan lanjutan.
Rabies memang juknisnya adalah cepat, kapan tergigit itu langsung lakukan penanganan kesehatan dalam hal ini Puskesmas rumah sakit itu programnya adalah cuci dalam air mengalir selama 15 menit setelah itu bersih baru di berikan vaksin,” Kata Ardadi usai ditemui RAZFM di hotel Claro Makassar, Kamis (23/06).
Ardadi menambahkan masa inkubasi virus rabies pada manusia lebih lama dari hewan. Ia mengatakan masyarakat cenderung abai membawa ke puskesmas sehingga tingkat penyakitnya semakin parah.
“Lambat di bawah Puskesmas ada juga yang tidak mau lebih memilih untuk diperiksa sama dukun di kampung-kampung,” bebernya.
Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Sulsel mencapai 3095 per Mei 2023. Ardadi menjelaskan untuk masyarakat yang memiliki hewan seperti anjing dan kucing agar rutin melakukan vaksin guna mencegah menularnya virus Rabies.
“Kita imbau teman-teman hobi itu juga rutin tapi kalau penghobi sudah pasti sudah mengerti, tinggal masyarakat yang berada di desa yang berdampingan dengan hewan seperti anjing itu agar memberi vaksinasi,” ujarnya.
Ardadi menuturkan perihal penularan Rabies tidak hanya tugas dari Dinas kesehatan, namun juga butuh sinergi dari Dinas Peternakan dan Dinas Perhubungan.
“Bukan pekerjaan Dinas Kesehatan sendiri, namun Perhubungan lalu lintas hewan, kemudian Dinas Peternakan dan kesehatan hewan memastikan proses-proses vaksinasinya bisa berjalan,” kata Ardadi. (SB)



