Banner

120 Tim dari 60 Kampus Ikuti ABDIDAYA ORMAWA 2026 di Makassar

 120 Tim dari 60 Kampus Ikuti ABDIDAYA ORMAWA 2026 di Makassar
Banner
Banner

MAKASSAR, Radioalmarkaz. co.id- Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi tuan rumah ABDIDAYA Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) 2026 yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di GOR Kampus UMI. Kegiatan ini diikuti 120 tim dari 60 perguruan tinggi di berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah peserta dan pihak yang terlibat diperkirakan mencapai 2.500 orang.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut menjadikan Makassar sebagai ruang pertemuan untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat.

Berbagai karya ditampilkan dalam sejumlah bidang, mulai dari kewirausahaan, pertanian, kesehatan, pariwisata, pendidikan, lingkungan, perencanaan, hingga kelautan. Rangkaian kegiatan juga meliputi expo inovasi, pameran produk UMKM, presentasi karya finalis, semiloka, forum berbagi pengalaman, malam penganugerahan, dan kunjungan lapangan.

Wakil Rektor III UMI, Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, mengatakan ABDIDAYA ORMAWA 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mempererat persahabatan antarkampus.

Sementara itu, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menekankan pentingnya inovasi mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kemiskinan, peningkatan pendapatan petani, pemasaran hasil tangkapan nelayan, serta pengembangan UMKM.

Menurutnya, karya mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada pencapaian akademik atau penghargaan kompetisi, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa keberhasilan pengabdian mahasiswa tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaatnya.

Ia mendorong mahasiswa melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga evaluasi, dengan memperhatikan kebutuhan dan kearifan lokal. Dukungan perguruan tinggi, dosen pendamping, serta pemerintah daerah juga diperlukan agar program pemberdayaan dapat terus berjalan secara mandiri.

Melalui ABDIDAYA ORMAWA 2026, UMI berharap pertemuan mahasiswa dari berbagai daerah ini melahirkan kolaborasi dan inovasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (RB)

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *